Brexit Tak Akan Ganggu Kerjasama Intelijen Inggris dan AS
Minggu, 24 April 2016 - 18:37 WIB
Brexit Tak Akan Ganggu Kerjasama Intelijen Inggris dan AS
A
A
A
WASHINGTON - Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau yang disebut dengan Brexit tidak akan mengganggu kerjasama intelijen dengan Amerika Serikat (AS). Hal itu disampaikan Presiden AS, Barack Obama.
Obama dalam sebuah wawancara dengan media Inggris menuturkan bahwa kerjasama intelijen antara AS dan Inggris sudah terlampau kuat, dan berlangsung sangat lama. Jadi, hal semacam ini tidak akan berpangaruh pada kerjasama tersebut.
"Tim intelijen kami bekerja sangat erat, militer kami bekerja sangat erat bersama-sama. Kerjasama itu tidak akan berubah," kata Obama dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Minggu (24/4).
"Apa yang kami percaya adalah bahwa Inggris akan memiliki lebih sedikit pengaruh di Eropa dan sebagai akibatnya, mereka akan kehilangan sedikit pengaruh dalam kancah dunia internasional," sambungnya.
Obama sendiri sejatinya adalah salah satu pihak yang berharap agar Inggris tidak keluar dari UE. Untuk mencegah hal itu Obama bahkan mengancam tidak memprioritaskan Inggris dalam penawaran perdagangan dengan AS.
Pernyataan Obama sendiri ini menuai kecaman dari rakyat Inggris. Mereka menilai, apa yang dilakukan oleh Obama adalah bentuk intervensi terhadap kebijakan dalam negeri Inggris.
Obama dalam sebuah wawancara dengan media Inggris menuturkan bahwa kerjasama intelijen antara AS dan Inggris sudah terlampau kuat, dan berlangsung sangat lama. Jadi, hal semacam ini tidak akan berpangaruh pada kerjasama tersebut.
"Tim intelijen kami bekerja sangat erat, militer kami bekerja sangat erat bersama-sama. Kerjasama itu tidak akan berubah," kata Obama dalam wawancara tersebut, seperti dilansir Reuters pada Minggu (24/4).
"Apa yang kami percaya adalah bahwa Inggris akan memiliki lebih sedikit pengaruh di Eropa dan sebagai akibatnya, mereka akan kehilangan sedikit pengaruh dalam kancah dunia internasional," sambungnya.
Obama sendiri sejatinya adalah salah satu pihak yang berharap agar Inggris tidak keluar dari UE. Untuk mencegah hal itu Obama bahkan mengancam tidak memprioritaskan Inggris dalam penawaran perdagangan dengan AS.
Pernyataan Obama sendiri ini menuai kecaman dari rakyat Inggris. Mereka menilai, apa yang dilakukan oleh Obama adalah bentuk intervensi terhadap kebijakan dalam negeri Inggris.
(esn)