Gadis 12 Tahun Racuni Militan ISIS dengan Pil Tidur untuk Kabur
Jum'at, 22 April 2016 - 16:13 WIB
Gadis 12 Tahun Racuni Militan ISIS dengan Pil Tidur untuk Kabur
A
A
A
MOSUL - Seorang gadis Yazidi berusia 12 tahun diam-diam menyelupkan pil tidur ke dalam teh para militan ISIS yang menculiknya. Cara itu dia lakukan untuk melarikan diri dari perbudakan kelompok ISIS atau Islamic State.
Gadis cilik itu semula ditahan bersama bibinya yang berusia 17 tahun sebagai budak ISIS di wilayah barat Mosul. Setelah “meracuni” militan ISIS dengan pil tidur, dia dengan bibinya kabur ke wilayah yang dikuasai Kurdi.
Kisah berani gadis cilik itu dikonfirmasi oleh Vian Dakhil, anggota parlemen Irak dari Yazidi-Kurdi.
Dakhil mengatakan bahwa dua gadis Yazidi tersebut ditahan oleh pasukan ISIS di sebuah rumah di Distrik Tel Afar, sebelah barat dari Kota Mosul, kota terbesar ketiga di Irak. Mereka ditahan selama sekitar empat bulan sebelum kedua gadis itu memutuskan untuk melarikan diri.
Gadis-gadis Yazidi, lanjut politisi itu, telah meminta pil tidur kepada penjaga mereka dengan alasan untuk membantu agar mereka bisa tertidur."Kemudian, mereka menempatkan obat itu di dalam teh militan dan memastikan diri lolos setelah mereka tertidur,” ujar Dakhil, seperti dikutip Russia Today, Jumat (22/4/2016).
Setelah berhasil melarikan diri ke wilayah Kurdi, gadis cilik tersebut bisa berkumpul kembali dengan ibun dan adiknya. Hanya saja, dua atau tiga dari saudaranya masih ditahan oleh pasukan ISIS.
Banyak dari gadis Yazidi tidak begitu beruntung.Banyak perempuan ditahan untuk dijadikan budak seks. Sedangkan yang menolak dibunuh.
”Sedikitnya 250 anak perempuan sejauh ini telah dieksekusi oleh ISIS karena menolak untuk menerima praktek ‘jihad seksual’, dan kadang-kadang keluarga para gadis juga dieksekusi karena menolak untuk mengirimkan permintaan ISIS,” kata Mamuzini, seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan (KDP) asal Mosul.
Gadis cilik itu semula ditahan bersama bibinya yang berusia 17 tahun sebagai budak ISIS di wilayah barat Mosul. Setelah “meracuni” militan ISIS dengan pil tidur, dia dengan bibinya kabur ke wilayah yang dikuasai Kurdi.
Kisah berani gadis cilik itu dikonfirmasi oleh Vian Dakhil, anggota parlemen Irak dari Yazidi-Kurdi.
Dakhil mengatakan bahwa dua gadis Yazidi tersebut ditahan oleh pasukan ISIS di sebuah rumah di Distrik Tel Afar, sebelah barat dari Kota Mosul, kota terbesar ketiga di Irak. Mereka ditahan selama sekitar empat bulan sebelum kedua gadis itu memutuskan untuk melarikan diri.
Gadis-gadis Yazidi, lanjut politisi itu, telah meminta pil tidur kepada penjaga mereka dengan alasan untuk membantu agar mereka bisa tertidur."Kemudian, mereka menempatkan obat itu di dalam teh militan dan memastikan diri lolos setelah mereka tertidur,” ujar Dakhil, seperti dikutip Russia Today, Jumat (22/4/2016).
Setelah berhasil melarikan diri ke wilayah Kurdi, gadis cilik tersebut bisa berkumpul kembali dengan ibun dan adiknya. Hanya saja, dua atau tiga dari saudaranya masih ditahan oleh pasukan ISIS.
Banyak dari gadis Yazidi tidak begitu beruntung.Banyak perempuan ditahan untuk dijadikan budak seks. Sedangkan yang menolak dibunuh.
”Sedikitnya 250 anak perempuan sejauh ini telah dieksekusi oleh ISIS karena menolak untuk menerima praktek ‘jihad seksual’, dan kadang-kadang keluarga para gadis juga dieksekusi karena menolak untuk mengirimkan permintaan ISIS,” kata Mamuzini, seorang pejabat dari Partai Demokrat Kurdistan (KDP) asal Mosul.
(mas)