Pemerintah Suriah Ngotot Tak Mau Bahas Nasib Assad
Selasa, 19 April 2016 - 19:01 WIB
Pemerintah Suriah Ngotot Tak Mau Bahas Nasib Assad
A
A
A
AMMAN - Kepala perunding pemerintah Suriah, Bashar Ja'afari mengatakan, nasib Presiden Bashar al-Assad tidak akan pernah disinggung dalam pembicaraan damai, terlepas dari setiap proses politik yang didukung oleh PBB.
"Hal ini (terkait nasib Presiden Assad) tidak jatuh di bawah yurisdiksi Jenewa. Ini adalah urusan Suriah, bukan urusan Dewan Keamanan," tegasnya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/4/2016).
Ja'afari juga menyatakan, posisi tim negosiator pemerintah adalah mendorong perluasan kekuasaan Pemerintah Suriah sebagai solusi untuk mengakhiri perang. Namun, ide ini ditolak oleh kelompok oposisi yang telah berjuang selama lima tahun untuk menggulingkan Assad.
"Di Jenewa, kami hanya memiliki satu mandat, yaitu memperluas kekuasaan pemerintahan nasional, ini adalah mandat kami. Ini adalah tujuan kami yang berusaha untuk dicapai dalam pembicaraan damai Jenewa," kata Ja'afari.
Oposisi utama Suriah yang didukung Barat memutuskan untuk mengambil jeda dalam pembicaraan damai, Senin (18/4/2016) kemarin. Dikatakan oleh kelompok oposisi, Damaskus tidak serius bergerak menuju proses politik yang didukung PBB. Mereka mengaku akan membawa badan transisi dengan kekuasaan eksekutif penuh tanpa Assad.
"Hal ini (terkait nasib Presiden Assad) tidak jatuh di bawah yurisdiksi Jenewa. Ini adalah urusan Suriah, bukan urusan Dewan Keamanan," tegasnya, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (19/4/2016).
Ja'afari juga menyatakan, posisi tim negosiator pemerintah adalah mendorong perluasan kekuasaan Pemerintah Suriah sebagai solusi untuk mengakhiri perang. Namun, ide ini ditolak oleh kelompok oposisi yang telah berjuang selama lima tahun untuk menggulingkan Assad.
"Di Jenewa, kami hanya memiliki satu mandat, yaitu memperluas kekuasaan pemerintahan nasional, ini adalah mandat kami. Ini adalah tujuan kami yang berusaha untuk dicapai dalam pembicaraan damai Jenewa," kata Ja'afari.
Oposisi utama Suriah yang didukung Barat memutuskan untuk mengambil jeda dalam pembicaraan damai, Senin (18/4/2016) kemarin. Dikatakan oleh kelompok oposisi, Damaskus tidak serius bergerak menuju proses politik yang didukung PBB. Mereka mengaku akan membawa badan transisi dengan kekuasaan eksekutif penuh tanpa Assad.
(ian)