Media China: AS Dipermalukan Jet Tempur Rusia di Baltik

Sabtu, 16 April 2016 - 14:05 WIB
Media China: AS Dipermalukan...
Media China: AS Dipermalukan Jet Tempur Rusia di Baltik
A A A
BEIJING - Media Pemerintah China, Global Times, menyoroti simulasi serangan pesawat-pesawat jet tempur Rusia terhadap kapal perang Amerika Serikat (AS) di Laut Baltik awal pekan ini sebagai blunder AS. Media itu menulis, AS memprovokasi di Laut Baltik tapi justru dipermalukan Rusia.

AS telah menyuarakan kemarahannya, setelah kapal perang destroyer USS Donald Cook jadi sasaran simulasi serangan dua pesawat jet tempur Su-24 Rusia.

Salah satu jet tempur itu bermanuver sembilan meter di atas kapal perang USS Donald Cook. Helikopter Ka-27 Helix Rusia juga mengitari kapal perang AS itu sebanyak tujuh kali yang diduga untuk mengambil foto.

Baca:
Jet Tempur Rusia Pura-pura Serang Kapal Perang AS di Baltik

Dalam editorialnya, media China ini menyebut Washington mencoba untuk menutupi malu.

”Para pilot Rusia telah menunjukkan kemampuan profesional yang tinggi untuk melakukan manuver sangat berbahaya seperti itu,” bunyi editorial tersebut.

”Militer AS, yang bermaksud untuk memprovokasi Rusia di Laut Baltik, dipermalukan oleh rekannya Rusia sebagai balasannya,” lanjut editorial itu, Sabtu (16/4/2016). ”AS harus merasa marah.”

Menurut media Pemerintah Beijing ini, insiden di Laut Baltik itu merupakan manifestasi dari Presiden Vladimir Putin.

”Untuk batas tertentu, jet tempur yang terbang di atas kapal perusak AS merupakan perwujudan dari (Presiden Rusia Vladimir) Putin, yang selama bertahun-tahun telah berulang kali menimbulkan tantangan bagi Washington,” sambung editorial Global Times.


”Jawabannya, tekanan arogan AS telah membantu mencapai keseimbangan strategis asimetris antara Rusia dan Amerika Serikat,” imbuh editorial itu.

Baca juga:
Marah, John Kerry: Tembak Jatuh Jet Tempur Rusia Bisa Dibenarkan!

Para pejabat AS, termasuk Menteri Luar Negeri John Kerry, marah dan mengutuk manuver pilot-pilot tempur Rusia terhadap kapal perang USS Donald Cook.

”Kami mengutuk perilaku semacam ini," katanya kepadaMiami HeralddanCNN Espanoldalam sebuah wawancara bersama.


”Ini sembrono. Ini provokatif. Ini berbahaya. Dan di bawah aturan, bisa saja ditembak jatuh!” katanya lagi, yang dilansir Jumat (15/4/2016).


China sendiri merasa kesal dengan AS karena ikut campur dalam polemik sengketa Laut China Selatan. ”Meskipun China dan Rusia menghadapi tekanan strategis dari Washington, hubungan khusus mereka dengan AS merupakan hal yang berbeda,” bunyi editorial media China lebih lanjut.

Bagi Beijing, Moskow adalah sebuah teka-teki yang lebih ajaib untuk menyelesaikannya. ”Sulit untuk memahami Rusia dan Putin,” sambung editorial itu. ”Rusia adalah misteri bagi Timur dan Barat.”
(mas)
Berita Terkait
Alasan BRICS Ditakuti...
Alasan BRICS Ditakuti Amerika Serikat dan Sekutunya
China Blak-blakan Ungkap...
China Blak-blakan Ungkap Tujuan Amerika Serikat di Ukraina
Putin Tegaskan China...
Putin Tegaskan China Segera Mengakhiri Dominasi Amerika Serikat
China: Amerika Serikat...
China: Amerika Serikat Ancaman Nuklir Utama di Dunia!
Giliran Mobil Sejuta...
Giliran Mobil Sejuta Umat Amerika Serikat Disenggol Iran
Amerika Serikat Menentang...
Amerika Serikat Menentang Keras Gencatan Senjata Ukraina dan Rusia
Berita Terkini
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
52 menit yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved