Ini Tawaran Oposisi Suriah pada Rezim Assad
Kamis, 14 April 2016 - 23:04 WIB
Ini Tawaran Oposisi Suriah pada Rezim Assad
A
A
A
JENEWA - Kelompok oposisi Suriah menawarkan kepada pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pembagian anggota yang seimbang dalam badan transisi. Namun, Assad sendiri tidak masuk dalam keanggotaan badan transisi tersebut.
"Di sisi lain, ada banyak orang yang benar-benar dapat menangani badan transisi," kata juru bicara kelompok oposisi Suriah, Salim al-Muslat, pada hari kedua putaran ketiga pembicaraan damai Suriah di Jenewa, dikutip dari Reuters, Kamis (14/4/2016).
"Kami tidak akan memiliki hak veto, selama mereka tidak mengirimkan penjahat, selama mereka tidak mengirimkan orang yang terlibat dalam pembunuhan di Suriah," tambah al-Muslat.
Seperti diketahui, pembicaraan damai Suriah putaran ketiga tengah berlangsung di Jenewa sejak Rabu kemarin. Pembicaraan damai ini bertujuan untuk memperpanjang masa gencatan senjata dan mencari penyelesaian politik konflik di Suriah.
Hingga saat ini, penyelesaian secara politik konflik di Suriah berjalan alot. Pihak oposisi berkeinginan Presiden Bashar al-Assad lengser dari kursi orang nomor satu di negara itu. Namun, pihak pemerintah kerap menolak untuk membahas masa depan Assad.
"Di sisi lain, ada banyak orang yang benar-benar dapat menangani badan transisi," kata juru bicara kelompok oposisi Suriah, Salim al-Muslat, pada hari kedua putaran ketiga pembicaraan damai Suriah di Jenewa, dikutip dari Reuters, Kamis (14/4/2016).
"Kami tidak akan memiliki hak veto, selama mereka tidak mengirimkan penjahat, selama mereka tidak mengirimkan orang yang terlibat dalam pembunuhan di Suriah," tambah al-Muslat.
Seperti diketahui, pembicaraan damai Suriah putaran ketiga tengah berlangsung di Jenewa sejak Rabu kemarin. Pembicaraan damai ini bertujuan untuk memperpanjang masa gencatan senjata dan mencari penyelesaian politik konflik di Suriah.
Hingga saat ini, penyelesaian secara politik konflik di Suriah berjalan alot. Pihak oposisi berkeinginan Presiden Bashar al-Assad lengser dari kursi orang nomor satu di negara itu. Namun, pihak pemerintah kerap menolak untuk membahas masa depan Assad.
(ian)