Penegakan Aturan Islam Harus Lembut, Saudi Lucuti Wewenang Polisi Agama

Kamis, 14 April 2016 - 13:26 WIB
Penegakan Aturan Islam...
Penegakan Aturan Islam Harus Lembut, Saudi Lucuti Wewenang Polisi Agama
A A A
RIYADH - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melucuti kewenangan aparat polisi agama untuk menangkap orang-orang yang dituduh melanggar aturan Islam. Polisi agama Saudi diharuskan menegakkan aturan Islam dengan cara lembut.

Sebelum peraturan baru ini muncul, petugas polisi agama di Saudi diizinkan untuk menangkap orang yang mengkonsumsi alcohol atu obat-obatan dan melakukan tindakan tercela lainnya.

Namun, di bawah perubahan aturan yang disetujui oleh kabinet Saudi pada Rabu kemarin, petugas polisi agama tidak akan lagi diperbolehkan untuk menahan orang-orang. Setiap dugaan tindak kejahatan kini diminta dilaporkan ke petugas anti-narkob atau instansi polisi terkait.

Aturan baru itu disiarkan kantor berita Saudi, SPA, mengutip pejabat terkait di Riyadh, pada Kamis (14/4/2016).

“Petugas dari angkatan Haia, yang juga dikenal sebagai Mutawaa, harus melaksanakan tugas mendorong kebajikan dengan menasihati secara ramah dan lembut di bawah aturan baru,” demikin laporan SPA.

”Baik kepala maupun anggota Haia agar berhenti menangkap atau mengejar orang atau meminta ID (KTP) atau mengikuti mereka, yang merupakan yurisdiksi polisi atau unit narkoba,” lanjut laporan media pemerintah Saudi itu mengutip aturan baru yang disetujui kabinet Riyadh.

Polisi agama Arab Saudi selama ini menegakkan hukum Islam secara ketat, termasuk memisahkan orang-orang yang berjenis kelamin berbeda serta memastikan kaum perempuan menutupi kepala mereka dengan jilbab ketika di depan umum.

Polisi agama ini secara resmi dikenal sebagai Komisi untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan. Anggotanya kerap berpatroli di toko-toko dan mall untuk memastikan setiap usaha tutup saat waktu salat tiba.

Namun, petugas polisi agama Saudi pernah bertindak blunder. Terakhir, pada bulan Februari lalu ketika anggota polisi agam ditangkap karena diduga menyerang seorang wanita muda di luar sebuah pusat perbelanjaan di Riyadh.

Pada 2013, anggota polisi agama juga ditangkap setelah mobil patroli mereka menabrak kendaraan lain selama pengejaran yang menyebabkan dua orang tewas.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
7 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
8 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
9 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
10 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
11 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
12 jam yang lalu
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved