Kemlu Akui Tak Tahu Berapa Jumlah WNI di Raqqa
Senin, 11 April 2016 - 22:22 WIB
Kemlu Akui Tak Tahu Berapa Jumlah WNI di Raqqa
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku tidak mengetahui ada berapa banyak Warga Negara Indonesia (WNI) di Raqqa, Suriah, yang disebut-sebut sebagai ibukota ISIS. Ini dikarenakan mayoritas WNI yang datang ke Raqqa masuk secara ilegal.
"Kita tidak tahu yang di Raqqa. Mereka berangkat tanpa memberi tahu kita. Awalnya mereka juga tidak tahu itu akan menjadi hot spot ISIS," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhamamad Iqbal pada Senin (11/4).
Iqbal menuturkan, keberadaan Sri Rahayu, WNI terakhir yang dibawa keluar dari Raqqa diketahui berdasarkan informasi yang diberitakan oleh WNI lainnya, yang hendak direpratiasi.
"Kasus Sri Rahayu itu kemarin kita tahu dari WNI yang kita pulangkan. Kita tanyai apakah kenal temannya di sana. Kami mintai nomor ponsel. Kita jalin kontak, lalu kita pandu kekuar Raqqa," ucapnya.
"Kita tidak tahu persisnya berapa. Ketika Sri Rahayu pulang kita tanyai juga apakah kenal orang Indonesia lain di sana, dia bilang selama tiga tahun di sana dirinya tidak pernah menemui WNI lainnya," sambungnya.
Terkait repratiasi, Iqbal mengatakan sudah lebih dari 12 ribu WNI yang dipulangkan oleh pemerintah Indonesia, dari total 12.572 WNI yang ada dalam data di Kedutaan Besar Indonesia di Damaskus.
"Harusnya tinggal 200 atau 300 WNI. Tapi, jumlahnya bertambah lagi, karena ada yang masuk lagi secara ilegal, yang membuat jumlahnya jadi mendekati 1.000," pungkasnya.
"Kita tidak tahu yang di Raqqa. Mereka berangkat tanpa memberi tahu kita. Awalnya mereka juga tidak tahu itu akan menjadi hot spot ISIS," kata Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Lalu Muhamamad Iqbal pada Senin (11/4).
Iqbal menuturkan, keberadaan Sri Rahayu, WNI terakhir yang dibawa keluar dari Raqqa diketahui berdasarkan informasi yang diberitakan oleh WNI lainnya, yang hendak direpratiasi.
"Kasus Sri Rahayu itu kemarin kita tahu dari WNI yang kita pulangkan. Kita tanyai apakah kenal temannya di sana. Kami mintai nomor ponsel. Kita jalin kontak, lalu kita pandu kekuar Raqqa," ucapnya.
"Kita tidak tahu persisnya berapa. Ketika Sri Rahayu pulang kita tanyai juga apakah kenal orang Indonesia lain di sana, dia bilang selama tiga tahun di sana dirinya tidak pernah menemui WNI lainnya," sambungnya.
Terkait repratiasi, Iqbal mengatakan sudah lebih dari 12 ribu WNI yang dipulangkan oleh pemerintah Indonesia, dari total 12.572 WNI yang ada dalam data di Kedutaan Besar Indonesia di Damaskus.
"Harusnya tinggal 200 atau 300 WNI. Tapi, jumlahnya bertambah lagi, karena ada yang masuk lagi secara ilegal, yang membuat jumlahnya jadi mendekati 1.000," pungkasnya.
(esn)