Parlemen Myanmar Sepakat Tunjuk Suu Kyi Sebagai Konselor

Selasa, 05 April 2016 - 23:11 WIB
Parlemen Myanmar Sepakat...
Parlemen Myanmar Sepakat Tunjuk Suu Kyi Sebagai Konselor
A A A
NAYPYITAW - Parlemen Myanmar sepakat meloloskan RUU yang memberikan tokoh demokrasi negara itu, Aung San Suu Kyi, posisi yang perannya sama dengan layaknya seorang Perdana Menteri.

Majelis Rendah parlemen Myanmar menyetujui RUU untuk membuat jabatan Konselor Negara bagi Aung San Suu Kyi. RUU itu kini hanya membutuhkan persetujuan Presiden Myanmar untuk menjadi undang-undang, seperti dikutip dari BBC, Selasa (5/4/2016).

Meski begitu, pengesahan RUU ini mendapat tentangan dari kubu militer yang menguasai seperempat kursi parlemen. Mereka memboikot pemungutan suara karena menilai RUU tersebut inkonstitusional.

Seperti diketahui, partai bentukan Aung San Suu Kyi yaitu Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) berhasil memenangkan pemilu Myanmar. Namun, berdasarkan klausul 59 (f) dari konstitusi Burma melarang Suu Kyi menjadi Presiden karena bersuamikan warga negara Inggris. Kedua anak Suu Kyi pun memegang paspor Inggris.

Klausul ini secara luas dianggap menghalangi Suu Kyi menjadi presiden di negara itu. Namun, pihak militer menilai, menempatkan Suu Kyi sebagai Konselor akan membuatnya terhindar dari ketentuan konstitusi junta militer Myanmar tersebut.

(Baca juga: Partai Berkuasa dan Militer Bersitegang Soal Posisi Suu Kyi)
(ian)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
1 jam yang lalu
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
2 jam yang lalu
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
4 jam yang lalu
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
5 jam yang lalu
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
5 jam yang lalu
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
8 jam yang lalu
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved