Lindungi Warga Kristen dari Al-Shabab, Guru Muslim Dapat Anumerta

Sabtu, 02 April 2016 - 14:27 WIB
Lindungi Warga Kristen...
Lindungi Warga Kristen dari Al-Shabab, Guru Muslim Dapat Anumerta
A A A
NAIROBI - Salah Farah, guru Muslim Kenya yang melindungi para penumpang Kristen di bus saat akan dibantai kelompok Al-Shabab telah meninggal. Namun, Presiden Kenya, Uhuru Kenyatta, memberikan anumerta tertinggi untuk guru itu.

Salah Farah pada Desember lalu berdiri pasang badan untuk para penumpang Kristen ketika para militan Al-Shabab menyerbu bus mereka. Shalat Farah diperintahkan memisahkan diri dengan para penumpang Kristen, namun dia justru memberikanpilihan, membunuhnya atau meninggalkan bus.

Setelah tiga bulan berlalu, ayah lima anak ini yang telah meninggal ini mendapat penghormatan besar selevel pahlawan militer. Presiden Kenyatta menghormati keberaniannya.

Presiden Kenyatta, seperti dikutip Fox News, Sabtu (2/4/2016), mengatakan penghargaan Order Of The Grand Warrior—salah satu penghargaan tertinggi di negara ituuntuk SalahFarah.

Pada 21 Desember 2015, Shalat Farah dan sekitar 60 penumpang lain melakukan perjalanan dari Ibu Kota, Nairobi ke Kota Mandera. Di tengah perjalanan, bus mereka ditembaki kelompok Al-Shabab sebelum akhirnya para militan kelompok ini menyerbu ke dalam bus.

Para militan bersenjata memerintahkan agar para penumpang Muslim dan Kristen memisahkan diri.Namun, SalahFarah, yang merupakan wakil kepala sekolah dasar Kota Mandera dan penumpang Muslim lainnya menolak untuk menuruti perintah para militan.

Guru itu justru meminta para militan membunuh dia dan semua penumpang atau meninggalkan mereka sendirian.

SalahFarah terkena tembakan di pinggul dan lengannya terkena serpihan peluru. Dia meninggal sebulan kemudian saat menjalani operasi.


Sebelum meninggal, SalahFarah mengatakan The Daily Nation kata-kata terakhir sebelum dia ditembak. ”Kami meminta mereka untuk membunuh kami semua atau meninggalkan kami sendirian,” katanya kala itu.

Orang-orang harus hidup damai bersama-sama,” ujarnya saat berada di ranjang rumah sakit.

Kami adalah saudara. Ini hanya agama yang berbeda, jadi saya meminta saudara saya umat Islam untuk mengurus orang-orang Kristen sehingga orang-orang Kristen juga mengurus kami. Dan mari kita saling membantu dan biarkan kami hidup bersama secara damai,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Banjir Landa Kenya di...
Banjir Landa Kenya di Tengah Pandemi Corona, 194 Tewas
Gadis 12 Tahun di Kenya...
Gadis 12 Tahun di Kenya Menikah dengan 2 Pria dalam Sebulan
Somalia Putuskan Hubungan...
Somalia Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Kenya
Pasukan Somalia-Kenya...
Pasukan Somalia-Kenya Baku Tembak di Perbatasan
Perkuat Hubungan RI-Afrika,...
Perkuat Hubungan RI-Afrika, Ekspedisi Kurban BMH Sambangi Kenya
Resahkan Warga dan Tidak...
Resahkan Warga dan Tidak Punya Dokumen Keimigrasian, 4 WNA asal Kenya Dideportasi
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
5 jam yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
7 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
7 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
8 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
9 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
11 jam yang lalu
Infografis
4 Kombes Pol Pecah Bintang...
4 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Kapolri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved