Meski Bermusuhan, Korut Tetap Terima Bantuan AS
Kamis, 31 Maret 2016 - 19:45 WIB
Meski Bermusuhan, Korut Tetap Terima Bantuan AS
A
A
A
LONDON - Korea Utara (Korut) selama ini terkenal vokal dalam sikapnya memusuhi Amerika Serikat (AS). Mereka bahkan menyebut AS sebagai Rezim Iblis. Namun, di balik sikap bermusuhan Korut, negara itu masih mau menerima bantuan yang berasal dari musuh besarnya itu.
Sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal AS belum lama ini menyatakan telah mengirimkan bantuan ke Korut. Eugene Bell Foundation, sebuah LSM yang mengkhususkan diri dalam distribusi obat-obatan tuberkolosis, berhasil mengirim paket pertama bantuan ke rezim komunis itu.
"Meskipun ketegangan tengah berlangsung di sekitar Semenanjung Korea tahun ini, kami senang untuk mengumumkan bahwa pengiriman obat-obatan dan persedian untuk program pengobatan multidrug-resistant kami telah tiba di Korut," begitu bunyi pernyataan LSM itu seperti disitir Independent dari The Daily Telegraph, Kamis (31/3/2016).
"Kami ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada semua pihak yang telah membantu membuat ini mungkin," imbuh LSM itu dalam pernyataannya.
Laporan ini seolah membuka topeng kemunafikan rezim komunis Korut. Korut selama ini kerap mengancam akan menghancurkan AS dengan senjata nuklirnya. Selain itu, kedua negara pernah terlibat perang secara langsung satu sama lain dalam Perang Korea pada 1950- 1953.
Sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal AS belum lama ini menyatakan telah mengirimkan bantuan ke Korut. Eugene Bell Foundation, sebuah LSM yang mengkhususkan diri dalam distribusi obat-obatan tuberkolosis, berhasil mengirim paket pertama bantuan ke rezim komunis itu.
"Meskipun ketegangan tengah berlangsung di sekitar Semenanjung Korea tahun ini, kami senang untuk mengumumkan bahwa pengiriman obat-obatan dan persedian untuk program pengobatan multidrug-resistant kami telah tiba di Korut," begitu bunyi pernyataan LSM itu seperti disitir Independent dari The Daily Telegraph, Kamis (31/3/2016).
"Kami ingin menyampaikan terima kasih khusus kepada semua pihak yang telah membantu membuat ini mungkin," imbuh LSM itu dalam pernyataannya.
Laporan ini seolah membuka topeng kemunafikan rezim komunis Korut. Korut selama ini kerap mengancam akan menghancurkan AS dengan senjata nuklirnya. Selain itu, kedua negara pernah terlibat perang secara langsung satu sama lain dalam Perang Korea pada 1950- 1953.
(ian)