Donald Trump Bilang Wanita Aborsi Harus Dihukum

Kamis, 31 Maret 2016 - 10:08 WIB
Donald Trump Bilang...
Donald Trump Bilang Wanita Aborsi Harus Dihukum
A A A
WASHINGTON - Bakal calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, dalam sebuah wawancara mengklaim dia pro-kehidupan. Sehingga, wanita yang melakukan aborsi atau menggugurkan janin harus dihukum.

Ini adalah pernyataan kontroversial terbaru Donald Trump. Sebelumnya, dia menyebut para migran Amerika Latin sebagai pemerkosa dan menyebut aktor Rosie O’Donnell sebagai “babi gemuk”. Miliarder AS itu juga pernah menganggap media AS sebagai “sampah”.

Pernyataan Donald Trump perihal aborsi, muncul dalam wawancaranya dengan penyiar channel kabel MSNBC, Chris Matthews.

Apakah Anda percaya pada hukuman untuk aborsi, sebagai prinsip. Ya atau tidak?,” tanya penyiar televisi itu.

Jawabannya adalah bahwa harus ada beberapa bentuk hukuman,” jawab Donald Trump.

“Untuk wanita?,” lanjut pertanyaan penyiar. ”Ya,” tegas Donald Trump.

Namun, Trump tidak menguraikan jenis hukuman untuk wanita yang melakukan aborsi. Ketidaksukaan Donald Trump dengan aborsi sebenarnya bukan hal baru. Tahun 1999, dia pernah mengklaim bahwa dirinya “pro-choice” tapi tidak dengan konsep aborsi.

Kedua bakal capres AS dari Partai Demokrat; Hillary Clinton dan Bernie Sanders, dengan cepat mengecam pernyataan Trump.

Apa yang dikatakan Donald Trump itu keterlaluan dan berbahaya. Saya terus terkejut pada hal-hal yang ia bela,” kata Hillary kepada MSNBC, yang dilansir Reuters, Kamis (31/3/2016).

Rival Trump sesama Partai Republik, John Kasich, juga mengecam pernyataan miliarder AS soal aborsi itu. ”Tentu saja, perempuan tidak boleh dihukum,” katanya.

Rival Trump lainnya, Ted Cruz, juga ikut mengecam.”Apa yang terlalu sering diabaikan adalah bahwa menjadi pro-kehidupan bukan hanya tentang anak yang belum lahir, itu juga tentang ibu,” katanya dalam sebuah pernyataan.
(mas)
Berita Terkait
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Kemenangan Biden Makin Nyata
Amerika Serikat Akan...
Amerika Serikat Akan Kembali Menjadi Mercusuar Dunia
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Antusiasme Masyarakat Berikan Suara Tinggi
Pilpres Amerika Serikat,...
Pilpres Amerika Serikat, Buku Jadi Senjata Politik AS
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
7 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
8 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
9 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
10 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
11 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
12 jam yang lalu
Infografis
Chronic Venous Insufficiency,...
Chronic Venous Insufficiency, Penyakit yang Diderita Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved