Dubes Rusia Bilang Tembakan Rudal Balistik Korut Ulah Provokatif
Jum'at, 18 Maret 2016 - 16:36 WIB
Dubes Rusia Bilang Tembakan Rudal Balistik Korut Ulah Provokatif
A
A
A
BEIJING - Duta Besar (Dubes) Rusia untuk China, Andrei Denisov, mengatakan, penembakan dua rudal balistik oleh Korea Utara (Korut) merupakan ulah provokatif.
Dua rudal balistik yang diduga jenis rudal jarak menengah ditembakkan militer Korut dari wilayah barat Sukchon ke arah Laut Jepang. Penembakan dua rudal dikonfirmasi oleh pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan Korut tidak mengkonfirmasi.
”Peristiwa hari terakhir dan bahkan beberapa jam untuk kekecewaan kami, berarti bahwa kepemimpinan Korut tidak belajar apa-apa, dan tidak mengindahkan suara setelah mengambil langkah lain yang tidak bisa disebut tindakan apa-apa, tapi provokatif,” kata Denisov, Jumat (18/3/2016).
Dubes Rusia itu menambahkan bahwa peluncuran rudal Korut untuk kesekian kalinya ini semakin memperburuk situasi di Semenanjung Korea.
“Pada tahap ini, kepatuhan yang ketat dengan ketentuan baru mengadopsi resolusi Dewan Keamanan (PBB)yang menetapkan langkah-langkah cukup ketat di pihak Korut dibutuhkan. Tentu saja, pelaksanaannya membutuhkan solidaritas, tindakan terkoordinasi dari semua orang yang mengadopsi resolusi ini,” ujar diplomat Rusia itu, seperti dikutip Sputniknews.
Sebelumnya, Jepang telah mengutuk keras manuver terbaru rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un.
“Jepang sangat menuntut Korea Utara untuk latihan menahan diri dan (Jepang) akan mengambil semua langkah yang diperlukan, seperti aktivitas peringatan dan pengawasan, untuk dapat menanggapi situasi apapun,” kata Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
Dua rudal balistik yang diduga jenis rudal jarak menengah ditembakkan militer Korut dari wilayah barat Sukchon ke arah Laut Jepang. Penembakan dua rudal dikonfirmasi oleh pejabat Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS). Sedangkan Korut tidak mengkonfirmasi.
”Peristiwa hari terakhir dan bahkan beberapa jam untuk kekecewaan kami, berarti bahwa kepemimpinan Korut tidak belajar apa-apa, dan tidak mengindahkan suara setelah mengambil langkah lain yang tidak bisa disebut tindakan apa-apa, tapi provokatif,” kata Denisov, Jumat (18/3/2016).
Dubes Rusia itu menambahkan bahwa peluncuran rudal Korut untuk kesekian kalinya ini semakin memperburuk situasi di Semenanjung Korea.
“Pada tahap ini, kepatuhan yang ketat dengan ketentuan baru mengadopsi resolusi Dewan Keamanan (PBB)yang menetapkan langkah-langkah cukup ketat di pihak Korut dibutuhkan. Tentu saja, pelaksanaannya membutuhkan solidaritas, tindakan terkoordinasi dari semua orang yang mengadopsi resolusi ini,” ujar diplomat Rusia itu, seperti dikutip Sputniknews.
Sebelumnya, Jepang telah mengutuk keras manuver terbaru rezim Pyongyang yang dipimpin Kim Jong-un.
“Jepang sangat menuntut Korea Utara untuk latihan menahan diri dan (Jepang) akan mengambil semua langkah yang diperlukan, seperti aktivitas peringatan dan pengawasan, untuk dapat menanggapi situasi apapun,” kata Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.
(mas)