Suriah Tidak Terkejut Rusia Tarik Mundur Pasukan
Rabu, 16 Maret 2016 - 22:25 WIB
Suriah Tidak Terkejut Rusia Tarik Mundur Pasukan
A
A
A
JENEWA - Kepala delegasi pemerintah Suriah dalam pembicaraan damai, Bashar Ja'afari mengatakan, pihaknya tidak heran dengan penarikan pasukan Rusia dari negerinya.
"Keputusan Rusia untuk menarik sebagian pasukan dari Suriah diambil dalam sebuah keputusan bersama, yang diambil baik oleh Presiden Putin dan Presiden Assad. Jadi, itu bukan kejutan bagi kami," kata Ja'afari kepada wartawan setelah pertemuan di PBB, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (16/3/2016).
Dia juga menolak berbicara mengenai usulan negara federal untuk Suriah dan mengatakan pemerintah belum bersedia untuk melakukan pembicaraan damai langsung dengan delegasi utama kelompok oposisi.
Di awal pekan ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara tiba-tiba mengumumkan penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah. Putin beralasan, penarikan tersebut dilakukan karena tujuan Rusia di Suriah telah tercapai.
”Dalam waktu singkat Rusia telah menciptakan sebuah kelompok militer kecil, tapi sangat efektif (di Suriah). Pekerjaan yang efektif dari militer kita tetap diperbolehkan selama proses perdamaian dimulai,” kata Putin.
"Keputusan Rusia untuk menarik sebagian pasukan dari Suriah diambil dalam sebuah keputusan bersama, yang diambil baik oleh Presiden Putin dan Presiden Assad. Jadi, itu bukan kejutan bagi kami," kata Ja'afari kepada wartawan setelah pertemuan di PBB, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (16/3/2016).
Dia juga menolak berbicara mengenai usulan negara federal untuk Suriah dan mengatakan pemerintah belum bersedia untuk melakukan pembicaraan damai langsung dengan delegasi utama kelompok oposisi.
Di awal pekan ini, Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara tiba-tiba mengumumkan penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah. Putin beralasan, penarikan tersebut dilakukan karena tujuan Rusia di Suriah telah tercapai.
”Dalam waktu singkat Rusia telah menciptakan sebuah kelompok militer kecil, tapi sangat efektif (di Suriah). Pekerjaan yang efektif dari militer kita tetap diperbolehkan selama proses perdamaian dimulai,” kata Putin.
(ian)