Eks Jenderal Suriah Minta Bantuan Eropa Usir Assad
Kamis, 10 Maret 2016 - 18:09 WIB
Eks Jenderal Suriah Minta Bantuan Eropa Usir Assad
A
A
A
ANKARA - Pensiunan Jenderal Suriah, Mohammed Faris, meminta negara-negara Eropa untuk turut membantu kelompok pemberontak guna mendongkel Presiden Suriah, Bashar al-Assad untuk bisa mengakhiri krisis pengungsi.
"Saya beritahu Eropa, jika Anda tidak ingin pengungsi, maka Anda harus membantu kami menyingkirkan rezim ini," kata Faris yang kini hidup sebagai pengungsi di Turki seperti dikutip dari laman ABC News, Kamis (10/3/2016).
Ia pun menegaskan perdamaian di Suriah tidak dapat dicapai kecuali Assad dilengserkan. "Kami di Suriah, dikorbankan lebih dari satu juta orang dan 1,9 juta luka-luka. Bisakah kita biarkan ini menjadi sia-sia?" kata Faris.
Mantan kosmonot pertama Suriah ini pun menyayangkan intervensi Rusia di Suriah. "Saya sangat menyesal dengan intervensi Rusia, yang telah berdiri di sisi diktator Bashar Assad, dan mulai membunuh orang-orang Suriah dengan pesawat mereka," katanya.
Faris melarikan diri dari perang sipil Suriah pada tahun 2012 ke Turki untuk bergabung dengan oposisi Suriah. Ia menjadi salah satu pembelot dengan jabatan tertinggi.
Mohammed Faris membuat sejarah dan mendapat status pahlawan nasional pada tahun 1987 ketika ia menjadi orang pertama Suriah ke luar negeri sebagai bagian dari misi pimpinan Soviet.
"Saya beritahu Eropa, jika Anda tidak ingin pengungsi, maka Anda harus membantu kami menyingkirkan rezim ini," kata Faris yang kini hidup sebagai pengungsi di Turki seperti dikutip dari laman ABC News, Kamis (10/3/2016).
Ia pun menegaskan perdamaian di Suriah tidak dapat dicapai kecuali Assad dilengserkan. "Kami di Suriah, dikorbankan lebih dari satu juta orang dan 1,9 juta luka-luka. Bisakah kita biarkan ini menjadi sia-sia?" kata Faris.
Mantan kosmonot pertama Suriah ini pun menyayangkan intervensi Rusia di Suriah. "Saya sangat menyesal dengan intervensi Rusia, yang telah berdiri di sisi diktator Bashar Assad, dan mulai membunuh orang-orang Suriah dengan pesawat mereka," katanya.
Faris melarikan diri dari perang sipil Suriah pada tahun 2012 ke Turki untuk bergabung dengan oposisi Suriah. Ia menjadi salah satu pembelot dengan jabatan tertinggi.
Mohammed Faris membuat sejarah dan mendapat status pahlawan nasional pada tahun 1987 ketika ia menjadi orang pertama Suriah ke luar negeri sebagai bagian dari misi pimpinan Soviet.
(ian)