Dana Kampanye Capres AS Picu Perdebatan Sengit

Selasa, 01 Maret 2016 - 20:36 WIB
Dana Kampanye Capres...
Dana Kampanye Capres AS Picu Perdebatan Sengit
A A A
JAKARTA - Masalah pendanaan kampanye bakal calon Presiden di Amerika Serikat (AS) ternyata sampai saat ini masih menjadi perdebatan sengit. Hal itu disampaikan oleh Atase Pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, John Johnson.

"Mengenai pendanaan kampanye sudah menjadi perdebatan hangat di AS selama 20 atau 30 tahun terakhir," kata John saat menggelar briefing di kantor Kedubes AS di Jakarta pada Selasa (1/3).

Perdebatan ini, lanjut John, masih terjadi walaupun pengadilan tinggi di AS telah menyatakan bahwa status perusahaan disamakan dengan personal dalam hal sumbangan kampanye.

Perdebatan ini muncul karena ada sebagian pihak yang bertanya-tanya, apakah jika sebuah perusahaan atau tokoh politik memberikan dana kampanye kepada seorang bakal capres, maka mereka tidak meminta timbal balik jika capres yang mereka bantu akhirnya terpilih menjadi Presiden AS.

Seorang bakal capres di AS memang membutuhkan dana yang sangat besar untuk melakukan kampanye.
Menurut Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia Brian McFeeters jumlahnya bisa mencapai puluhan juta dolar.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada batasan bagi seseorang atau suatu pihak untuk memberikan bantuan dana kepada seorang capres di AS, McFeeters menuturkan pembatasan itu ada. Seorang hanya boleh memberikan bantuan maksimal USD 2.700 kepada seorang capres.

Namun, dirinya tidak memberikan penjelasan apakah ada pembatasan bagi perusahaan atau kelompok dalam memberikan bantuan dana kampanye.


(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
7 menit yang lalu
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
1 jam yang lalu
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
2 jam yang lalu
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
3 jam yang lalu
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
4 jam yang lalu
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved