Pemerintah Suriah Bantah Langgar Gencatan Senjata
Minggu, 28 Februari 2016 - 12:57 WIB
Pemerintah Suriah Bantah Langgar Gencatan Senjata
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah membantah bahwa mereka telah melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata. Tudingan adanya pelanggaran gencatan senjata tersebut diungkapkan oleh pihak pemberontak Suriah.
"Militer kami tidak sekalipun melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata," kata salah seorang pejabat Kementerian Pertahanan Suriah yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/2).
Seperti diberitakan sebelumnya, kepala Fursan al-Haqq, Tarif Bayoush menyebut bahwa pemerintah Suriah masih terus melakukan serangan. Wilayah Hama, yang berada di utara Surah, papar Bayoush adalah salah satu wilayah yang masih mendapatkan serangan dari rezim Assad.
Bayoush mengatakan hal itu normal untuk pelanggaran terjadi di gencatan senjata dimanapun. Tapi, dirinya berharap rezim Assad tidak lagi melakukan pelanggaran serupa jika ingin gencatan senjata terus berjalan.
Fursan al-Haqq sendiri adalah salah satu kelompok pemberontak Suriah yang turut tergabung dalam Pasukan Pembebasan Suriah, yang memiliki tujuan menggulingkan rezim Bashar al-Assad.
"Militer kami tidak sekalipun melakukan pelanggaran terhadap gencatan senjata," kata salah seorang pejabat Kementerian Pertahanan Suriah yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Reuters pada Minggu (28/2).
Seperti diberitakan sebelumnya, kepala Fursan al-Haqq, Tarif Bayoush menyebut bahwa pemerintah Suriah masih terus melakukan serangan. Wilayah Hama, yang berada di utara Surah, papar Bayoush adalah salah satu wilayah yang masih mendapatkan serangan dari rezim Assad.
Bayoush mengatakan hal itu normal untuk pelanggaran terjadi di gencatan senjata dimanapun. Tapi, dirinya berharap rezim Assad tidak lagi melakukan pelanggaran serupa jika ingin gencatan senjata terus berjalan.
Fursan al-Haqq sendiri adalah salah satu kelompok pemberontak Suriah yang turut tergabung dalam Pasukan Pembebasan Suriah, yang memiliki tujuan menggulingkan rezim Bashar al-Assad.
(esn)