Alami Pelecehan Asusila, 6 Napi Perempuan AS Menggugat

Sabtu, 27 Februari 2016 - 13:21 WIB
Alami Pelecehan Asusila,...
Alami Pelecehan Asusila, 6 Napi Perempuan AS Menggugat
A A A
NEW YORK - Enam narapidana (napi) perempuan di Amerika Serikat (AS) mengajukan gugatan class action terhadap Departemen Koreksi New York setelah mereka jadi korban pelecehan asusila para petugas pria di penjara.

Departemen Koreksi merupakan departemen yang membawahi pengawasan penjara. Selain jadi korban pelecehan seksual, keenam napi perempuan itu mengaku disiksa para petugas.

Departemen Koreksi New York digugat karena dianggap tidak peduli yang memungkinkan pelecehan asusila terjadi di penjara.

Pelecehan seksual (oleh) staf adalah masalah serius di penjara perempuan New York,” kata Veronica Vela, staf pengacara The Legal Aid Society’s Prisoners’ Rights Project dalam sebuah pernyataan.

Dalam gugatan itu dijelaskan ada pelecehan seksual dan kekerasan di tiga penjara perempuan yang dioperasikan oleh departemen terkait. Yakni, di penjara Bedford Hills, Taconic dan Albion.

Salah satu penggugat yang hanya diidentifikasi sebagai “Jane Jones 1” adalah seorang perempuan berusia 24 tahun yang telah dipenjara di penjara Bedford Hills sejak 2011. Dia mengaku telah disiksa selama hampir tiga tahun.


Dia mencontohkan, telah jadi sasaran ciuman, oral seks, sentuhan, dan hubungan badan secara berulang kali. Petugas penjara, kata dia, memberinya obat, alkohol, dan herpes. Penggugat menggambarkan bagaimana petugas memilih tempat yang jauh dari kamera pengintai.

Petugas menelepon dulu untuk mengingatkan petugas yang bertugas di pos,” bunyi gugatan itu.

Penggugat melaporkan secara tertulis perihal pelecehan seksual itu kepada Komisaris Departmen Koreksi dan Pengawasan Masyarakat (DOCCS) yang mulai melakukan investigasi.


Lembaga Bantuan dan Firma Hukum Debevoise & Plimpton LLP mengajukan gugatan untuk melawan DOCCS New York atas nama penggugat yang tidak disebutkan namanya di Pengadilan Distrik New York, AS, pada hari Jumat.

Para tergugat termasuk Anthony Annucci, komisaris dari Departemen Koreksi, Steven Maher, Kepala Investigasi untuk Departemen, serta pejabat koreksi tinggi lainnya.


Badan mengambil semua tuduhan pelecehan seksual secara serius, kata Thomas Mailey, juru bicara sistem penjara, dalam sebuah pernyataan kepada USA Today, yang dilansir Sabtu (27/2/2016).
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
33 menit yang lalu
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
1 jam yang lalu
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
4 jam yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
7 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
8 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
9 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved