Jelang Gencatan Senjata, Rusia dan Suriah Serang Basis Pemberontak
Jum'at, 26 Februari 2016 - 15:02 WIB
Jelang Gencatan Senjata, Rusia dan Suriah Serang Basis Pemberontak
A
A
A
DAMASKUS - Pesawat-pesawat tempur Rusia membom daerah yang dikuasai pemberontak Suriah di barat laut negara itu dan pasukan pemerintah menyerang pinggiran ibukota Damaskus. Penyerangan ini terjadi jelang gencatan senjata dimana kelompok pemberontak memprediksi Damaskus dan Moskow akan mengabaikannya.
Menurut Observatorium Suriah untuk HAM, helikopter militer menjatuhkan setidaknya 30 bom barel di Daraya. Kelompok pemberontak menyatakan, drum minyak tersebut diisi dengan bahan peledak dan pecahan peluru yang menyebabkan kerusakan di daerah pemberontak, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2/2016).
Seorang juru bicara pemberontak di Suriah selatan memprediksi Daraya akan menjadi tempat pertama di mana kesepakatan gencatan senjata akan runtuh.
"Mereka ingin mengeksploitasi gencatan senjata dan memfokuskan tembakan mereka pada Daraya untuk mengambilnya. Ini akan menjadi pelanggaran pertama. Kami tidak akan menerimanya," kata Abu Ghiath al-Shami, juru bicara kelompok Alwiyat Seif al-Sham, bagian dari aliansi pemberontak di selatan.
Sebuah sumber militer Suriah juga mengisyaratkan bahwa Damaskus tidak akan berhenti berjuang di Daraya. "Ada bukti bahwa di Daraya yang ada adalah Front al-Nusra. Mereka menemukan dokumen, buku, bendera yang mengarah pada keberadaan al-Nusra di Daraya," kata sumber militer.
"Disetiap tempat dimana ada Front al-Nusra, kami akan melanjutkan operasi," tegasnya.
Menurut Observatorium Suriah untuk HAM, helikopter militer menjatuhkan setidaknya 30 bom barel di Daraya. Kelompok pemberontak menyatakan, drum minyak tersebut diisi dengan bahan peledak dan pecahan peluru yang menyebabkan kerusakan di daerah pemberontak, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/2/2016).
Seorang juru bicara pemberontak di Suriah selatan memprediksi Daraya akan menjadi tempat pertama di mana kesepakatan gencatan senjata akan runtuh.
"Mereka ingin mengeksploitasi gencatan senjata dan memfokuskan tembakan mereka pada Daraya untuk mengambilnya. Ini akan menjadi pelanggaran pertama. Kami tidak akan menerimanya," kata Abu Ghiath al-Shami, juru bicara kelompok Alwiyat Seif al-Sham, bagian dari aliansi pemberontak di selatan.
Sebuah sumber militer Suriah juga mengisyaratkan bahwa Damaskus tidak akan berhenti berjuang di Daraya. "Ada bukti bahwa di Daraya yang ada adalah Front al-Nusra. Mereka menemukan dokumen, buku, bendera yang mengarah pada keberadaan al-Nusra di Daraya," kata sumber militer.
"Disetiap tempat dimana ada Front al-Nusra, kami akan melanjutkan operasi," tegasnya.
(ian)