Rusia Tuding AS Ingin Sabotase Gencatan Senjata Suriah
Kamis, 25 Februari 2016 - 22:59 WIB
Rusia Tuding AS Ingin Sabotase Gencatan Senjata Suriah
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova menyatakan, Amerika Serikat (AS) mencoba untuk menafsirkan pernyataan tentang penghentian aksi militer di Suriah dengan cara yang berlawanan.
"Kami bingung ketika mendengar tanggapan pertama dari Washington. Jujur, kami tidak mengharapkan beberapa pejabat untuk menafsirkan perjanjian ini dengan cara yang berlawanan," tutur Zakharova dalam konferensi pers, seperti disitat dari TASS, Kamis (25/2/2016).
Lebih jauh, Zakharova menyatakan, apa yang dilakukan oleh AS adalah upaya sabotase. "Hal yang positifnya adalah bahwa itu adalah gelombang pertama yang berhasil kami pecahkan," kata dia.
Rusia dan AS telah sepakat untuk menerapkan gencatan senjata di Suriah pada 27 Februari mendatang. Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah, pemerintah Suriah dan kelompok oposisi, menyambut baik dan setuju untuk menjalankan gencatan senjata tersebut.
Meski begitu, AS dan Rusia sepakat jika perjanjian gencatan senjata ini tidak berlaku bagi kelompok Front al-Nusra dan ISIS serta kelompok-kelompok yang masuk dalam daftar teroris Dewan Keamanan PBB.
"Kami bingung ketika mendengar tanggapan pertama dari Washington. Jujur, kami tidak mengharapkan beberapa pejabat untuk menafsirkan perjanjian ini dengan cara yang berlawanan," tutur Zakharova dalam konferensi pers, seperti disitat dari TASS, Kamis (25/2/2016).
Lebih jauh, Zakharova menyatakan, apa yang dilakukan oleh AS adalah upaya sabotase. "Hal yang positifnya adalah bahwa itu adalah gelombang pertama yang berhasil kami pecahkan," kata dia.
Rusia dan AS telah sepakat untuk menerapkan gencatan senjata di Suriah pada 27 Februari mendatang. Pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah, pemerintah Suriah dan kelompok oposisi, menyambut baik dan setuju untuk menjalankan gencatan senjata tersebut.
Meski begitu, AS dan Rusia sepakat jika perjanjian gencatan senjata ini tidak berlaku bagi kelompok Front al-Nusra dan ISIS serta kelompok-kelompok yang masuk dalam daftar teroris Dewan Keamanan PBB.
(ian)