Dua Hari, Jet Rusia Hancurkan Hampir 200 Target Teroris
Rabu, 24 Februari 2016 - 23:00 WIB
Dua Hari, Jet Rusia Hancurkan Hampir 200 Target Teroris
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, jet-jet tempur Rusia menghancurkan 187 sasaran milik teroris di Suriah dalam 62 sorties. Serangan itu dilancarkan dalam kurun dua hari terakhir.
"Selama dua hari terakhir, 187 target di provinsi Hama, Raqqa, Deir ez-Zor, Aleppo dan Homs dihancurkan dalam 62 sorti," kata Konashenkov, seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (24/2/2016).
Menurut Konashenkov, seorang pembom SU-34 bisa menghancurkan lebih dari 10 benteng dan menetralkan lebih dari 50 militan di provinsi Hama.
"Intensitas serangan udara Rusia di Suriah jatuh secara signifikan dalam dua hari terakhir, terutama di daerah di mana pemerintah daerah dan kelompok-kelompok bersenjata telah sepakat untuk menghentikan permusuhan dan memulai negosiasi. Kami tidak menargetkan daerah-daerah sama sekali," kata Konashenkov.
Konashenkov menekankan, serangan udara yang dilakukan hanya terhadap kelompok-kelompok militan yang ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh PBB.
"Perjanjian antara Rusia dan Amerika Serikat (pada penghentian permusuhan di Suriah) tidak berlaku untuk Daesh, al-Nusra depan dan militan lainnya, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Dewan Keamanan PBB," lanjutnya.
"Selama dua hari terakhir, 187 target di provinsi Hama, Raqqa, Deir ez-Zor, Aleppo dan Homs dihancurkan dalam 62 sorti," kata Konashenkov, seperti dikutip dari Sputniknews, Rabu (24/2/2016).
Menurut Konashenkov, seorang pembom SU-34 bisa menghancurkan lebih dari 10 benteng dan menetralkan lebih dari 50 militan di provinsi Hama.
"Intensitas serangan udara Rusia di Suriah jatuh secara signifikan dalam dua hari terakhir, terutama di daerah di mana pemerintah daerah dan kelompok-kelompok bersenjata telah sepakat untuk menghentikan permusuhan dan memulai negosiasi. Kami tidak menargetkan daerah-daerah sama sekali," kata Konashenkov.
Konashenkov menekankan, serangan udara yang dilakukan hanya terhadap kelompok-kelompok militan yang ditunjuk sebagai organisasi teroris oleh PBB.
"Perjanjian antara Rusia dan Amerika Serikat (pada penghentian permusuhan di Suriah) tidak berlaku untuk Daesh, al-Nusra depan dan militan lainnya, yang ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh Dewan Keamanan PBB," lanjutnya.
(ian)