NATO Pilih Bantu Turki Ketimbang Ikut Perang Suriah
Rabu, 24 Februari 2016 - 18:08 WIB
NATO Pilih Bantu Turki Ketimbang Ikut Perang Suriah
A
A
A
BRUSSELS - Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan, kehadiran NATO di Turki dimaksudkan untuk membantu sekutunya itu mempertahankan diri terhadap setiap agresi. Ia pun menyatakan, NATO tidak akan ikut andil dalam perang di Suriah.
"Kami memiliki langkah-langkah jaminan di Turki, kami memiliki kehadiran militer, AWACS (pesawat pengintai) peningkatan dan kehadiran Angkatan Laut untuk memastikan kami dapat mempertahankan semua sekutu terhadap setiap agresi, termasuk Turki," kata Stoltenberg seperti dikutip dari laman Anadolu, Rabu (24/2/2016).
Seperti diketahui, awal bulan ini, menteri pertahanan NATO memutuskan untuk mengintensifkan intelijen, pengawasan dan pengintaian kegiatan di perbatasan Turki-Suriah.
Menurut Stoltenberg, posisi Turki yang berbatasan dengan Suriah menjadikan negara itu menjadi rentan terkena dampak krisis militer di Suriah. "Turki adalah sekutu kita yang paling terpengaruh oleh gejolak dan kekerasan," katanya.
"Kami memiliki langkah-langkah jaminan di Turki, kami memiliki kehadiran militer, AWACS (pesawat pengintai) peningkatan dan kehadiran Angkatan Laut untuk memastikan kami dapat mempertahankan semua sekutu terhadap setiap agresi, termasuk Turki," kata Stoltenberg seperti dikutip dari laman Anadolu, Rabu (24/2/2016).
Seperti diketahui, awal bulan ini, menteri pertahanan NATO memutuskan untuk mengintensifkan intelijen, pengawasan dan pengintaian kegiatan di perbatasan Turki-Suriah.
Menurut Stoltenberg, posisi Turki yang berbatasan dengan Suriah menjadikan negara itu menjadi rentan terkena dampak krisis militer di Suriah. "Turki adalah sekutu kita yang paling terpengaruh oleh gejolak dan kekerasan," katanya.
(ian)