PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah
Selasa, 23 Februari 2016 - 22:29 WIB
PBB Selidiki Dugaan Penggunaan Senjata Kimia di Suriah
A
A
A
NEW YORK - Sebuah tim ahli PBB akan diterjunkan ke Suriah untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di negara yang tengah dicabik konflik bersenjata itu. Tim panel itu bertugas mengidentifikasi pihak yang harus bertanggung jawab atas serangan senjata kimia di Suriah.
Kepala tim panel PBB, Virginia Gamba mengatakan, dua tim ahli berencana melakukan kunjungan ke lapangan dalam beberapa minggu mendatang. Besar kemungkinan kunjungan itu akan dilakukan pada awal Maret, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (23/2/2016).
Gamba ditunjuk mengepalai Joint Investigative Mechanism (JIM) yang didirikan pada bulan Agustus oleh PBB, setelah muncul laporan serangan gas klorin pada tiga desa di Suriah yang menewaskan 13 orang.
Gamba mengatakan, tim panel akan memerikssa tujuh kasus yang berpotensi menggunakan senjata kimia yang serius, termasuk lima di provinsi Idlib pada tahun 2014 dan 2015. Dua kasus lainnya berada di Hama dan Marea, provinsi Aleppo. Di sini, ISIS diduga menggunakan gas mustard pada bulan Agustus tahun lalu.
Baik rezim Suriah maupun kelompok pemberontak telah menuduh satu sama lain menggunakan senjata kimia dalam perang yang telah berlangsung hampir lima tahun dan mengakibatkan lebih dari 260.000 orang tewas.
Kepala tim panel PBB, Virginia Gamba mengatakan, dua tim ahli berencana melakukan kunjungan ke lapangan dalam beberapa minggu mendatang. Besar kemungkinan kunjungan itu akan dilakukan pada awal Maret, seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (23/2/2016).
Gamba ditunjuk mengepalai Joint Investigative Mechanism (JIM) yang didirikan pada bulan Agustus oleh PBB, setelah muncul laporan serangan gas klorin pada tiga desa di Suriah yang menewaskan 13 orang.
Gamba mengatakan, tim panel akan memerikssa tujuh kasus yang berpotensi menggunakan senjata kimia yang serius, termasuk lima di provinsi Idlib pada tahun 2014 dan 2015. Dua kasus lainnya berada di Hama dan Marea, provinsi Aleppo. Di sini, ISIS diduga menggunakan gas mustard pada bulan Agustus tahun lalu.
Baik rezim Suriah maupun kelompok pemberontak telah menuduh satu sama lain menggunakan senjata kimia dalam perang yang telah berlangsung hampir lima tahun dan mengakibatkan lebih dari 260.000 orang tewas.
(ian)