Rusia Bersumpah Akan Paksa Damaskus Patuhi Gencatan Senjata
Selasa, 23 Februari 2016 - 16:19 WIB
Rusia Bersumpah Akan Paksa Damaskus Patuhi Gencatan Senjata
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan, Rusia akan melakukan "apapun yang diperlukan" untuk memastikan Damaskus menghormati kesepakatan gencatan senjata.
"Kami akan melakukan apapun yang diperlukan dengan Damaskus, dengan pihak berwenang Suriah yang sah. Kami mengandalkan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan hal yang sama dengan sekutu dan kelompok yang mendukungnya," kata Putin seperti dikutip dari Daily Star, Selasa (23/2/2016).
Putin mengatakan, AS dan Rusia siap melakukan mekanisme kontrol yang efektif untuk menjamin penghormatan kesepakatan gencatan senjata. Putin bahkan menambahkan, jalur komunikasi langsung akan dibuat dan, jika perlu sebuah kelompok kerja untuk bertukar informasi.
"Akhirnya kesempatan nyata untuk mengakhiri tahun-tahun pertumpahan darah dan kekerasan muncul juga. Semua kelompok harus konfirmasi kepada kami, atau ke Amerika Serikat, komitmen mereka untuk gencatan senjata ini," ujarnya.
Namun Putin menegaskan, operasi udara terhadap Front al-Nusra, ISIS, dan kelompok teroris lainnya yang diakui oleh PBB akan tetap di lakukan. "Serangan udara terhadap mereka akan terus berlanjut," tegas Putin
"Kami akan melakukan apapun yang diperlukan dengan Damaskus, dengan pihak berwenang Suriah yang sah. Kami mengandalkan Amerika Serikat (AS) untuk melakukan hal yang sama dengan sekutu dan kelompok yang mendukungnya," kata Putin seperti dikutip dari Daily Star, Selasa (23/2/2016).
Putin mengatakan, AS dan Rusia siap melakukan mekanisme kontrol yang efektif untuk menjamin penghormatan kesepakatan gencatan senjata. Putin bahkan menambahkan, jalur komunikasi langsung akan dibuat dan, jika perlu sebuah kelompok kerja untuk bertukar informasi.
"Akhirnya kesempatan nyata untuk mengakhiri tahun-tahun pertumpahan darah dan kekerasan muncul juga. Semua kelompok harus konfirmasi kepada kami, atau ke Amerika Serikat, komitmen mereka untuk gencatan senjata ini," ujarnya.
Namun Putin menegaskan, operasi udara terhadap Front al-Nusra, ISIS, dan kelompok teroris lainnya yang diakui oleh PBB akan tetap di lakukan. "Serangan udara terhadap mereka akan terus berlanjut," tegas Putin
(ian)