AS Turut Kecam Serangan Bom Suriah
Selasa, 23 Februari 2016 - 15:56 WIB
AS Turut Kecam Serangan Bom Suriah
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) turut mengecam serangan bom yang menghantam Suriah pada akhir pekan lalu. ISIS mengaku sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan bom yang menghantam Damaskus dan Homs itu.
"AS mengutuk keras serangan teroris barbar di Damaskus dan Homs, Suriah, yang diklaim oleh ISIS," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (23/2).
Dalam pernyataan yang sama, AS juga menyatakan bahwa pihaknya akan sekuat tenaga membantu pasukan oposisi Suriah untuk bisa memberangus seluruh kelompok teror yang berada di negara tersebut, termasuk di dalamnya ISIS dan al-Nusra.
Setidaknya 87 orang tewas, dan ratusan orang mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan bom yang menghantam Damaskus. Sementara itu di Homs, dua ledakan bom mobil menewaskan setidaknya 47 orang, dan melukai puluhan lainnya.
Pernyataan itu sendiri muncul bersamaan dengan pengumuman bahwa AS dan Rusia telah sepakat untuk mendukung terjadinya gencatan senjata di Suriah. Gencatan senjata itu rencananya akan mulai digelar pada tanggal 27 Februari mendatang.
"AS mengutuk keras serangan teroris barbar di Damaskus dan Homs, Suriah, yang diklaim oleh ISIS," kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (23/2).
Dalam pernyataan yang sama, AS juga menyatakan bahwa pihaknya akan sekuat tenaga membantu pasukan oposisi Suriah untuk bisa memberangus seluruh kelompok teror yang berada di negara tersebut, termasuk di dalamnya ISIS dan al-Nusra.
Setidaknya 87 orang tewas, dan ratusan orang mengalami luka-luka dalam serangkaian serangan bom yang menghantam Damaskus. Sementara itu di Homs, dua ledakan bom mobil menewaskan setidaknya 47 orang, dan melukai puluhan lainnya.
Pernyataan itu sendiri muncul bersamaan dengan pengumuman bahwa AS dan Rusia telah sepakat untuk mendukung terjadinya gencatan senjata di Suriah. Gencatan senjata itu rencananya akan mulai digelar pada tanggal 27 Februari mendatang.
(esn)