Sebut Buat Kesalahan Besar, Gadis Italia Ingin Membelot dari ISIS
Selasa, 23 Februari 2016 - 13:55 WIB
Sebut Buat Kesalahan Besar, Gadis Italia Ingin Membelot dari ISIS
A
A
A
ROMA - Seorang gadis remaja Italia yang meninggalkan rumahnya dan pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS menelepon keluarganya. Dia mengaku sudah membuat kesalahan besar dan ingin pulang ke rumah.
Gadis itu terakhir kali menelepon keluarganya di Italia pada perayaan Natal. Gara-gara telepon itu, keluarga gadis bernama Meriem Rehaily itu kini di bawah perlindungan aparat keamanan.
Keluarga itu dilindungi, karena dikhawatirkan jadi target serangan pembalasan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) jika Meriem Rehaily, benar-benar nekat ingin melarikan diri dari ISIS di Suriah.
“Maaf saya ingin pulang ke rumah,” kata Meriem saat menelepon keluarganya dengan suara emosional, seperti dikutip Mirror, semalam (22/2/2016).
Meriem yang berusia 19 tahun adalah gadis keturunan Maroko. Tapi dia tinggal di Arzergrande, sebuah komune dekat Padua, di Italia timur laut, dengan keluarganya. Otoritas Italia meyakini, gadis itu kini dalam bahaya karena berniat melarikan diri dari wilayah yang dilanda perang di Suriah.
Menurut laporan media lokal, Meriem, sejatinya gadis remaja dengan gaya hidup yang “khas” layaknya gadis lain di Italia. Namun, dia tiba-tiba menjadi sosok radikal.
Dia melarikan diri untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada Juli 2015 lalu. Tapi, panggilan telepon terakhir kepada keluarganya itu diduga sebagai rasa penyesalannya.
Keluarga Meriem mengatakan bahwa gadis itu telah dicuci otaknya oleh kelompok militan. Keluarganya kini sangat khawatir dengan keselamatan Meriam. Meriam diduga mendaftar sebagai teknisi IT untuk ISIS yang tugasnya membantu para militan yang tidak ingin dilacak melalui Internet.
Dia pernah muncul di internet dengan nama “Suster Rim”. Kala itu, dia mengobarkan “perang suci” dengan merilis foto-foto dan alamat para pejabat polisi untuk jadi target pembunuhan.
Dia dilaporkan telah menjadi bagian dari “kekhalifahan” yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi. Dia bertanggung jawab untuk kelompk “jihad cyber”.
Meriam bisa masuk ke Suriah setelah melakukan perjalanan ke Bologna dan berlanjut ke Turki. Melalui Turki itulah, dia leluasa masuk ke Suriah.
Dia pernah mem-posting tulisan online soal pengakuannya menjadi anggota ISIS. ”Saya telah mendukung ‘negara’ saya di depan komputer dan saya tidak akan kembali. Jika saya harus (kembali), saya juga akan melakukannya di medan perang,” bunyi tulisan Meriem.
Sebuah imam lokal di Italia, Kamel Layachi mengatakan, laporan itu menjadi petunjuk bahwa kehidupan gadis itu dalam bahaya besar. Karena, siapa saja yang ingin meninggalkan ISIS bisa berujung pada kematian.
Gadis itu terakhir kali menelepon keluarganya di Italia pada perayaan Natal. Gara-gara telepon itu, keluarga gadis bernama Meriem Rehaily itu kini di bawah perlindungan aparat keamanan.
Keluarga itu dilindungi, karena dikhawatirkan jadi target serangan pembalasan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) jika Meriem Rehaily, benar-benar nekat ingin melarikan diri dari ISIS di Suriah.
“Maaf saya ingin pulang ke rumah,” kata Meriem saat menelepon keluarganya dengan suara emosional, seperti dikutip Mirror, semalam (22/2/2016).
Meriem yang berusia 19 tahun adalah gadis keturunan Maroko. Tapi dia tinggal di Arzergrande, sebuah komune dekat Padua, di Italia timur laut, dengan keluarganya. Otoritas Italia meyakini, gadis itu kini dalam bahaya karena berniat melarikan diri dari wilayah yang dilanda perang di Suriah.
Menurut laporan media lokal, Meriem, sejatinya gadis remaja dengan gaya hidup yang “khas” layaknya gadis lain di Italia. Namun, dia tiba-tiba menjadi sosok radikal.
Dia melarikan diri untuk bergabung dengan ISIS di Suriah pada Juli 2015 lalu. Tapi, panggilan telepon terakhir kepada keluarganya itu diduga sebagai rasa penyesalannya.
Keluarga Meriem mengatakan bahwa gadis itu telah dicuci otaknya oleh kelompok militan. Keluarganya kini sangat khawatir dengan keselamatan Meriam. Meriam diduga mendaftar sebagai teknisi IT untuk ISIS yang tugasnya membantu para militan yang tidak ingin dilacak melalui Internet.
Dia pernah muncul di internet dengan nama “Suster Rim”. Kala itu, dia mengobarkan “perang suci” dengan merilis foto-foto dan alamat para pejabat polisi untuk jadi target pembunuhan.
Dia dilaporkan telah menjadi bagian dari “kekhalifahan” yang dipimpin Abu Bakar al-Baghdadi. Dia bertanggung jawab untuk kelompk “jihad cyber”.
Meriam bisa masuk ke Suriah setelah melakukan perjalanan ke Bologna dan berlanjut ke Turki. Melalui Turki itulah, dia leluasa masuk ke Suriah.
Dia pernah mem-posting tulisan online soal pengakuannya menjadi anggota ISIS. ”Saya telah mendukung ‘negara’ saya di depan komputer dan saya tidak akan kembali. Jika saya harus (kembali), saya juga akan melakukannya di medan perang,” bunyi tulisan Meriem.
Sebuah imam lokal di Italia, Kamel Layachi mengatakan, laporan itu menjadi petunjuk bahwa kehidupan gadis itu dalam bahaya besar. Karena, siapa saja yang ingin meninggalkan ISIS bisa berujung pada kematian.
(mas)