Toilet Rp0,5 Miliar Dibangun untuk Kunjungan Putri Thailand di Kamboja
Senin, 22 Februari 2016 - 16:23 WIB
Toilet Rp0,5 Miliar Dibangun untuk Kunjungan Putri Thailand di Kamboja
A
A
A
PHNOM PENH - Toilet mewah senilai USD40 ribu atau sekitar Rp0,5 miliar dibangun secara ekslusif untuk Putri Thailand, Maha Chakri Sirindhorn, yang sedang melakukan kunjungan tiga hari ke Kamboja.
Toilet dan kamar mandi mewah itu dibangun di tepi Danau Yeak Laom di Ratanakiri, salah satu provinsi yang kurang berkembang di Kamboja.
Kamar mandi dengan toilet mewah itu berukuran delapan meter persegi dan pembangunannya harus rampuang dalam 19 hari.
Proyek toilet untuk bangsawan Thailand itu digarap oleh perusahaan SCG Thailand. Kamar mandi itu memiliki lantai keramik putih, pagar perak dan dilengkapi dengan AC.
Pejabat lokal seperti dikutip Khmer Times, Senin (22/2/2016), mengklaim, mengingat jumlah pekerja dan bahan yang digunakan berasal dari Bangkok, maka jumlah dana yang dibelanjakan untuk pembangunan toilet itu terlalu rendah.
“Pekerja SCG mengatakan untuk membangun toilet membutuhkan biaya lebih dari USD40 ribu,” kata Ven Churk, Kepala Komite Danau Yeak Lom, yang membantu untuk mengkoordinasikan kunjungan pihak Kerajaan Thailand.
“Bangsawan bisa menghabiskan USD 1.000 atau USD2.000 pada kamar mandi yang baik dan kemudian sisanya diberikan untuk masyarakat dan desa,” ujar Channy Or, Direktur Tim Pembangunan Desa setempat di Kamboja.
Menurutnya, total biaya pembangunan toilet untuk bangsawan Thailand itu sekitar 130 kali lebih besar dari toilet umum yang standar untuk wilayah di Kemboja.
Setelah kunjungan pihak Kerajaan Thailand rampung, toilet mewah itu akan dibongkar dan bangunan akan diubah menjadi kantor bagi para pejabat lokal. ”Orang normal tidak dapat menggunakan toilet (kerajaan),” kata seorang manajer dari SCG, yang diidentifikasi sebagai Pursat.
Mantan wartawan dan penulis buku tentang Thailand, Andrew MacGregor Marshall, mengatakan pembangunan toilet mewah untuk bangsawan Thailand di wilayah danau itu merupakan “penghinaan terhadap orang-orang Kamboja”.
“Sebagian besar warga Kamboja telah mengakses ke sanitasi yang modern secara terbatas," katanya. ”Biaya toilet Sirindhorn ini—yang hanya akan digunakan untuk satu malam—bisa untuk menyediakan sanitasi yang layak bagi seluruh warga desa di Kamboja,” ujarnya.
Toilet dan kamar mandi mewah itu dibangun di tepi Danau Yeak Laom di Ratanakiri, salah satu provinsi yang kurang berkembang di Kamboja.
Kamar mandi dengan toilet mewah itu berukuran delapan meter persegi dan pembangunannya harus rampuang dalam 19 hari.
Proyek toilet untuk bangsawan Thailand itu digarap oleh perusahaan SCG Thailand. Kamar mandi itu memiliki lantai keramik putih, pagar perak dan dilengkapi dengan AC.
Pejabat lokal seperti dikutip Khmer Times, Senin (22/2/2016), mengklaim, mengingat jumlah pekerja dan bahan yang digunakan berasal dari Bangkok, maka jumlah dana yang dibelanjakan untuk pembangunan toilet itu terlalu rendah.
“Pekerja SCG mengatakan untuk membangun toilet membutuhkan biaya lebih dari USD40 ribu,” kata Ven Churk, Kepala Komite Danau Yeak Lom, yang membantu untuk mengkoordinasikan kunjungan pihak Kerajaan Thailand.
“Bangsawan bisa menghabiskan USD 1.000 atau USD2.000 pada kamar mandi yang baik dan kemudian sisanya diberikan untuk masyarakat dan desa,” ujar Channy Or, Direktur Tim Pembangunan Desa setempat di Kamboja.
Menurutnya, total biaya pembangunan toilet untuk bangsawan Thailand itu sekitar 130 kali lebih besar dari toilet umum yang standar untuk wilayah di Kemboja.
Setelah kunjungan pihak Kerajaan Thailand rampung, toilet mewah itu akan dibongkar dan bangunan akan diubah menjadi kantor bagi para pejabat lokal. ”Orang normal tidak dapat menggunakan toilet (kerajaan),” kata seorang manajer dari SCG, yang diidentifikasi sebagai Pursat.
Mantan wartawan dan penulis buku tentang Thailand, Andrew MacGregor Marshall, mengatakan pembangunan toilet mewah untuk bangsawan Thailand di wilayah danau itu merupakan “penghinaan terhadap orang-orang Kamboja”.
“Sebagian besar warga Kamboja telah mengakses ke sanitasi yang modern secara terbatas," katanya. ”Biaya toilet Sirindhorn ini—yang hanya akan digunakan untuk satu malam—bisa untuk menyediakan sanitasi yang layak bagi seluruh warga desa di Kamboja,” ujarnya.
(mas)