Thailand Terus Lancarkan Serangan Baru, Kamboja Tutup Semua Penyeberangan Perbatasan

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:35 WIB
loading...
Thailand Terus Lancarkan...
Kamboja tutup semua penyeberangan perbatasan. Foto/X/@badz_weird
A A A
BANGKOK - Militer Thailand melancarkan serangan baru terhadap Kamboja untuk "merebut kembali wilayah kedaulatan". Mereka menolak upaya mediasi termasuk dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Kekerasan antara kedua negara Asia Tenggara tersebut berlanjut pada hari Minggu, sehari setelah Phnom Penh mengumumkan bahwa mereka menutup semua perbatasan dengan Thailand, tetangga utaranya.

Konflik tersebut berakar dari perselisihan yang telah berlangsung lama mengenai demarkasi era kolonial atas perbatasan bersama sepanjang 800 km (500 mil). Pertempuran telah menyebabkan setidaknya 25 tentara dan warga sipil tewas, dan lebih dari setengah juta orang mengungsi di kedua belah pihak.

Surat kabar Matichon Online mengutip juru bicara Angkatan Laut Kerajaan Thailand, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, yang mengatakan bahwa pasukannya "melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah kedaulatan Thailand" di daerah provinsi pesisir Trat.

“Operasi dimulai pada dini hari dengan bentrokan hebat, yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip membela diri sesuai hukum internasional dan pelestarian kedaulatan nasional,” kata Rattanachaiyapan kepada surat kabar Thailand.

Militer Thailand mengatakan telah “berhasil menguasai dan merebut kembali wilayah tersebut, mengusir semua pasukan lawan”.

Baca Juga: 6 Anggota NATO di Eropa yang Paling Siap Berperang Melawan Rusia

Saluran televisi publik Thai PBS juga melaporkan bahwa militer negara itu “menancapkan bendera nasional Thailand” setelah “mengusir semua pasukan lawan” di daerah tersebut.

TV 3 Morning News Thailand mengutip pernyataan militer bahwa, hingga Minggu pagi, “angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara negara itu terus melanjutkan operasi mereka” di sepanjang perbatasan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
10.151 WNI Eks Pekerja...
10.151 WNI Eks Pekerja Online Scam di Kamboja Minta Pulang ke Indonesia
Menteri Israel Serukan...
Menteri Israel Serukan Penculikan dan Penyanderaan Wanita dan Pemuda Lebanon untuk Tekan Hizbullah
Cerita Shakira Kembali...
Cerita Shakira Kembali Bawakan Lagu Anthem Piala Dunia, Harus Membuat Orang Menari
Rekomendasi
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Berita Terkini
Uni Emirat Arab Bayar...
Uni Emirat Arab Bayar Iran Rp355,5 Triliun agar Berhenti Menyerang
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Infografis
Populasinya Terus Bertambah,...
Populasinya Terus Bertambah, Thailand Tangkap 60.000 Ular
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved