Ketika Rumah Bordil di Selandia Baru Galang Dana untuk Amal

Kamis, 18 Februari 2016 - 14:26 WIB
Ketika Rumah Bordil...
Ketika Rumah Bordil di Selandia Baru Galang Dana untuk Amal
A A A
HAWERA - Sebuah rumah bordil di Selandia Baru memicu kontroversi, karena ingin menggalang dana amal untuk anak-anak yang kekurangan pangan. Dana amal, rencananya digalang dari pengunjung rumah prostitusi itu.

Rumah bordil bernama” The Shh…Adult Fun Spot” di Kota Hawera itu akan menjadi tuan rumah acara bertajuk “Open Day”. Kritik keras pun bermunculan dengan gagasan nyeleneh itu.

Dana amal yang digalang nantinya akan dikirim ke Kai Kitchen lembaga yang membantu 40 anak sekolah yang mengalami kekurangan pangan di Distrik Taranaki selatan, di pantai barat Selandia Baru.


Selama acara yang akan digelar sepanjang hari pada tanggal 12 Maret 2016, pengunjung rumah bordil akan diberikan pemandu yang juga akan menjawab jika pengunjung mengajukan pertanyaan tentang pekerjaan sang pemandu.

Namun, “Open Day” itu hanya berlaku bagi orang-orang dewasa.

Pemilik rumah bordil, Nicky Hughes, mengatakan dalam acara amal itu, para pengunjung akan diberi layanan “minuman ringan”. Imbalannya, pengunjung menyumbangkan koin emas untuk amal.

”(Ini) mengagumkan, memberi anak-anak kita, tidak ada diskriminasi, tidak ada penghakiman dan anak-anak dapat makan siang dari industri ini. Kami ingin membuka kepada publik untuk menunjukkan apa yang benar-benar dilakukan kami,” ujar Hughes yang juga anggota komite Kai Kitchen.


Hughes tidak tahu berapa banyak orang yang akan tertarik datang ke acara amal itu. Pihak Kai Kitchen mengatakan, anak-anak yang menerima sumbangan amal tidak akan mempertanyakan dari mana uang itu berasal.

Ini adalah bagaimana saya melihat itu. Saya benar-benar berpikiran terbuka dan dengan pekerjaan yang kita lakukan, kita tidak menghakimi orang. Jika seseorang membutuhkan bantuan, kita hanya membantu mereka, dan sebagai imbalannya saya harapkan orang untuk melakukan hal yang sama untuk kita,” kata Rochelle Steer, pendiri Kai Kitchen, seperti dikutip Taranaki Daily News, Kamis (18/2/2016).

Tapi tidak semua menyambut inisiatif itu. Family First New Zealand, sebuah kelompok Kristen konservatif dan pengawas keluarga, mengatakan acara galang dana amal itu adalah taktik promosi murah yang diadopsi oleh rumah bordil.


Ini hanyalah upaya sinis oleh industri seks untuk mencoba dan menormalkan bisnis dengan menggelar ‘Open Day’,” kata Direktur Nasional kelompok itu, Bob McCroskie.
(mas)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Dijadikan Ganti Rugi bagi Negara Arab, 3 Alasan Teheran Marah Besar!
36 menit yang lalu
4 Fakta Pembunuhan WNI...
4 Fakta Pembunuhan WNI di Hokkaido, Tersangka Sudah Berniat Habisi Korban
4 jam yang lalu
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
5 jam yang lalu
Tak Ingin Kerusakan...
Tak Ingin Kerusakan Akibat Serangan Iran Diketahui Dunia, Israel Berlakukan Sensor Militer
6 jam yang lalu
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
7 jam yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
8 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved