Rusia: Jika Assad Mundur Sekarang, Suriah Akan Hancur
Senin, 15 Februari 2016 - 20:14 WIB
Rusia: Jika Assad Mundur Sekarang, Suriah Akan Hancur
A
A
A
MOSKOW - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov menuturkan, Suriah akan hancur jika Presiden Suriah Bashar al-Assad mundur atau berhasil dilengserkan dalam kurun waktu dekat. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) juga menyadari hal yang sama.
"Jika dia (Assad) mundur sekarang, Suriah benar-benar akan runtuh sebagai sebuah negara. Tampaknya, bahkan Amerika melihat hal tersebut saat ini," ucap Gatilov, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/2).
Diplomat senior Rusia itu juga menuturkan, solusi untuk menyelesaikan konfik di Suriah sejatinya berada di tangan Assad. Dirinya berpandangan jika Assad bisa melakukan reformasi demokrasi di waktu yang tepat, maka konflik di Suriah akan selesai dengan sendirinya.
"Pemerintah Suriah telah membuat banyak kesalahan setelah pasukan asing terlibat. Bashar Assad bisa menghambat eskalasi lebih lanjut jika dia melakukan reformasi demokrasi di waktu yang tepat," sambungnya.
Sementara itu, Gantilov di kesempatan yang sama kembali menegaskan, Rusia tidak akan berhenti melakukan serangan terhadap kelompok teror di Suriah, walaupun kesepakatan damai di negara tersebut sudah tercapai. Rusia, lanjut Gantilov, baru akan berhenti melakukan serangan jika kelompok teror sudah musnah dari bumi Suriah.
"Jika dia (Assad) mundur sekarang, Suriah benar-benar akan runtuh sebagai sebuah negara. Tampaknya, bahkan Amerika melihat hal tersebut saat ini," ucap Gatilov, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/2).
Diplomat senior Rusia itu juga menuturkan, solusi untuk menyelesaikan konfik di Suriah sejatinya berada di tangan Assad. Dirinya berpandangan jika Assad bisa melakukan reformasi demokrasi di waktu yang tepat, maka konflik di Suriah akan selesai dengan sendirinya.
"Pemerintah Suriah telah membuat banyak kesalahan setelah pasukan asing terlibat. Bashar Assad bisa menghambat eskalasi lebih lanjut jika dia melakukan reformasi demokrasi di waktu yang tepat," sambungnya.
Sementara itu, Gantilov di kesempatan yang sama kembali menegaskan, Rusia tidak akan berhenti melakukan serangan terhadap kelompok teror di Suriah, walaupun kesepakatan damai di negara tersebut sudah tercapai. Rusia, lanjut Gantilov, baru akan berhenti melakukan serangan jika kelompok teror sudah musnah dari bumi Suriah.
(esn)