Berpisah 1.000 Tahun, Paus dan Patriark Rusia Bertemu di Kuba
Sabtu, 13 Februari 2016 - 17:52 WIB
Berpisah 1.000 Tahun, Paus dan Patriark Rusia Bertemu di Kuba
A
A
A
HAVANA - Sejarah baru tercipta di ibukota Kuba, Havana, saat pemimpin Kristen Katolik dunia Paus Francis bertemu dengan Pemimpin Kristen Ortodoks Rusia, Patriarch Kirill. Dalam pertemuan pertama setelah 1.000 tahun berpisah, keduanya tampak akrab dan saling berpelukan.
"Akhirnya," kata Francis saat ia dan Kirill masuk melalui pintu di sisi berlawanan dari ruang di bandara Havana. "Kami adalah saudara," katanya lagi seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (13/2/2016).
Francis, berpakaian putih dengan peci, dan Kirill, memakai topi tinggi kubah. Keduanya saling berpelukan dan mencium kedua pipinya. "Hal ini sangat jelas bahwa ini adalah kehendak Tuhan," kata Francis.
Pertemuan mereka dilakukan di tengah nuansa politis yang kental. Pasalnya, pertemuan itu dilakukan pada saat munculnya perbedaan pendapat antara Rusia dengan Barat atas Suriah dan Ukraina.
Gereja Ortodoks Rusia berkaitan erat dengan Kremlin, yang pada gilirannya adalah sekutu bagi Kuba. Sedangkan Paus Francis, yang berasal dari Argentina, turut membantu membantu pemulihan hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba setelah lebih dari lima dekade keterasingan.
Dalam kesempatan itu, keduanya menyerukan agar Eropa tetap setia pada akar agama Kristen. Mereka juga mengajak kembali ke beberapa ajaran Kristen tradisional, seperti menolak aborsi dan menolak pernikahan sejenis.
"Akhirnya," kata Francis saat ia dan Kirill masuk melalui pintu di sisi berlawanan dari ruang di bandara Havana. "Kami adalah saudara," katanya lagi seperti dikutip dari laman Reuters, Sabtu (13/2/2016).
Francis, berpakaian putih dengan peci, dan Kirill, memakai topi tinggi kubah. Keduanya saling berpelukan dan mencium kedua pipinya. "Hal ini sangat jelas bahwa ini adalah kehendak Tuhan," kata Francis.
Pertemuan mereka dilakukan di tengah nuansa politis yang kental. Pasalnya, pertemuan itu dilakukan pada saat munculnya perbedaan pendapat antara Rusia dengan Barat atas Suriah dan Ukraina.
Gereja Ortodoks Rusia berkaitan erat dengan Kremlin, yang pada gilirannya adalah sekutu bagi Kuba. Sedangkan Paus Francis, yang berasal dari Argentina, turut membantu membantu pemulihan hubungan antara Amerika Serikat dan Kuba setelah lebih dari lima dekade keterasingan.
Dalam kesempatan itu, keduanya menyerukan agar Eropa tetap setia pada akar agama Kristen. Mereka juga mengajak kembali ke beberapa ajaran Kristen tradisional, seperti menolak aborsi dan menolak pernikahan sejenis.
(ian)