Rusia Bakal Tetap Bombardir ISIS di Suriah
Jum'at, 12 Februari 2016 - 18:51 WIB
Rusia Bakal Tetap Bombardir ISIS di Suriah
A
A
A
MUNICH - Pertemuan internasional mengenai krisis Suriah di Munich, Jerman menghasilkan keputusan untuk merencanakan penghentian permusuhan selama satu minggu. Keputusan ini tercapai setelah negara-negara tersebut gagal mencapai kata sepakat terkait gencatan senjata.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa menghentikan permusuhan di Suriah akan menjadi tugas yang sulit. Ia pun menyatakan pembicaraan damai harus secepatnya dilakukan di Jenewa dan diikuti oleh semua kelompok oposisi seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/2/2016).
Lavrov juga menyatakan, Rusia tidak akan menghentikan serangan udara di Suriah. Menurutnya, penghentian permusuhan tidak berlaku untuk ISIS dan Front al-Nusra. "Pasukan udara kami akan terus bekerja melawan organisasi-organisasi ini," katanya.
Para diplomat telah memperingatkan bahwa Rusia hingga saat ini tidak menunjukkan sikap yang mendukung penggantian Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan terus memberikan dukungan untuk kemenangan militer Suriah.
Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev bahkan menyatakan konflik di Suriah bisa menjadi perang dunia jika kekuatan dunia gagal bernegosiasi mengakhiri konflik di Suriah yang telah berjalan lima tahun dan menewaskan 250 ribu orang.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan bahwa menghentikan permusuhan di Suriah akan menjadi tugas yang sulit. Ia pun menyatakan pembicaraan damai harus secepatnya dilakukan di Jenewa dan diikuti oleh semua kelompok oposisi seperti dikutip dari Reuters, Jumat (12/2/2016).
Lavrov juga menyatakan, Rusia tidak akan menghentikan serangan udara di Suriah. Menurutnya, penghentian permusuhan tidak berlaku untuk ISIS dan Front al-Nusra. "Pasukan udara kami akan terus bekerja melawan organisasi-organisasi ini," katanya.
Para diplomat telah memperingatkan bahwa Rusia hingga saat ini tidak menunjukkan sikap yang mendukung penggantian Presiden Suriah, Bashar al-Assad dan terus memberikan dukungan untuk kemenangan militer Suriah.
Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev bahkan menyatakan konflik di Suriah bisa menjadi perang dunia jika kekuatan dunia gagal bernegosiasi mengakhiri konflik di Suriah yang telah berjalan lima tahun dan menewaskan 250 ribu orang.
(ian)