Tutup Kaesong, Korut Sebut Korsel Deklarasikan Perang
Kamis, 11 Februari 2016 - 22:22 WIB
Tutup Kaesong, Korut Sebut Korsel Deklarasikan Perang
A
A
A
PYONGYANG - Korea Utara (Korut) mengecam keras keputusan Korea Selatan (Korsel) menutup kawasan industri bersama Kaesong. Korut juga menyebut negara tetangganya itu sebagai negara boneka dan menyatakan tindakan Korsel sebagai sebuah deklarasi perang.
"Tindakan negara boneka yang menangguhkan operasi di Kaesong adalah tindakan yang tidak dapat diampuni, mereka juga mencari kesalahan uji coba bom hidrogen dan peluncuran satelit," bunyi pernyataan Komite Reunifikasi Damai Korut seperti dilansir dari Reuters, Kamis (11/2/2016).
Tidak cukup sampai di situ, Korut pun memerintahkan warga Korsel untuk meninggalkan Kaesong dan melarang mereka mengambil apa pun, kecuali barang-barang miliknya. Korsel sendiri menyatakan prioritas utamanya adalah memulangkan warganya dengan selamat.
Korsel memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya di Kaesong. Korsel menduga, Korut telah menggunakan dana belanja dari Kaesong untuk memajukan senjata nuklir dan program rudal jarak jauh.
Tidak jelas berapa lama penutupan kawasan industri ini akan berlangsung, yang Seoul katakan bertujuan untuk memotong uang yang digunakan Pyongyang untuk pengembangan nuklir dan rudal.
"Tindakan negara boneka yang menangguhkan operasi di Kaesong adalah tindakan yang tidak dapat diampuni, mereka juga mencari kesalahan uji coba bom hidrogen dan peluncuran satelit," bunyi pernyataan Komite Reunifikasi Damai Korut seperti dilansir dari Reuters, Kamis (11/2/2016).
Tidak cukup sampai di situ, Korut pun memerintahkan warga Korsel untuk meninggalkan Kaesong dan melarang mereka mengambil apa pun, kecuali barang-barang miliknya. Korsel sendiri menyatakan prioritas utamanya adalah memulangkan warganya dengan selamat.
Korsel memutuskan untuk menghentikan aktivitasnya di Kaesong. Korsel menduga, Korut telah menggunakan dana belanja dari Kaesong untuk memajukan senjata nuklir dan program rudal jarak jauh.
Tidak jelas berapa lama penutupan kawasan industri ini akan berlangsung, yang Seoul katakan bertujuan untuk memotong uang yang digunakan Pyongyang untuk pengembangan nuklir dan rudal.
(ian)