Prancis Pertanyakan Komitmen AS Selesaikan Krisis Suriah
Rabu, 10 Februari 2016 - 22:26 WIB
Prancis Pertanyakan Komitmen AS Selesaikan Krisis Suriah
A
A
A
PRANCIS - Menteri Luar Negeri Prancis, Laurent Fabius mempertanyakan komitmen Amerika Serikat (AS) untuk menyelesaikan krisis di Suriah. Fabius menilai, sikap ambigu AS itu berkontribusi terhadap penyelesaian permasalahan di Suriah.
"Ada ambiguitas, termasuk di antara pelaku koalisi. Saya tidak akan mengulangi apa yang sudah saya katakan sebelumnya tentang pilot utama koalisi. Tapi, kita tidak memiliki perasaan bahwa ada komitmen yang sangat kuat," kata Fabius kepada wartawan dikutip dari Reuters, Rabu (10/2/216).
Fabius, yang secara terpisah mengumumkan pengunduran dirinya, mengatakan ia tidak mengharapkan Presiden AS Barack Obama untuk mengubah sikapnya dalam beberapa bulan mendatang.
"Saya tidak berpikir bahwa berakhirnya mandat Obama akan mendorong dia untuk bertindak sebanyak menterinya menyatakan ke publik," tambahnya, mengacu pada Menteri Luar Negeri John Kerry.
Prancis tergabung dalam koalisi pimpinan AS di Suriah. Koalisi ini dibentuk untuk menggempur basis-basis ISIS di Suriah dan juga Irak. Selain AS dan sekutunya, Rusia juga melancarkan serangan udara terhadap basis ISIS di Suriah. Bedanya, langkah Suriah ini sesuai dengan permintaan dari Pemerintah Suriah. Sedangkan AS dan koalisinya tak mendapat restu dari rezim Presiden Bashar al-Assad.
"Ada ambiguitas, termasuk di antara pelaku koalisi. Saya tidak akan mengulangi apa yang sudah saya katakan sebelumnya tentang pilot utama koalisi. Tapi, kita tidak memiliki perasaan bahwa ada komitmen yang sangat kuat," kata Fabius kepada wartawan dikutip dari Reuters, Rabu (10/2/216).
Fabius, yang secara terpisah mengumumkan pengunduran dirinya, mengatakan ia tidak mengharapkan Presiden AS Barack Obama untuk mengubah sikapnya dalam beberapa bulan mendatang.
"Saya tidak berpikir bahwa berakhirnya mandat Obama akan mendorong dia untuk bertindak sebanyak menterinya menyatakan ke publik," tambahnya, mengacu pada Menteri Luar Negeri John Kerry.
Prancis tergabung dalam koalisi pimpinan AS di Suriah. Koalisi ini dibentuk untuk menggempur basis-basis ISIS di Suriah dan juga Irak. Selain AS dan sekutunya, Rusia juga melancarkan serangan udara terhadap basis ISIS di Suriah. Bedanya, langkah Suriah ini sesuai dengan permintaan dari Pemerintah Suriah. Sedangkan AS dan koalisinya tak mendapat restu dari rezim Presiden Bashar al-Assad.
(ian)