Oposisi Suriah Desak Rusia Hentikan Serangan
Selasa, 09 Februari 2016 - 15:43 WIB
Oposisi Suriah Desak Rusia Hentikan Serangan
A
A
A
DAMASKUS - Oposisi Suriah kembali mengajukan syarat bila ingin negosiasi damai dengan pemerintah Suriah kembali berlanjut. Syarat tersebut adalah Rusia harus menghentikan serangan udara di Suriah.
Menurut pejabat komite negosiasi oposisi Suriah, Monzer Makhous, serangan yang terus dilancarkan Rusia membuat situasi yang ada saat ini semakin runyam, dan membuat situasi menjadi tidak kondusif untuk melakukan negosiasi damai.
"Ini (operasi Angkatan Udara Rusia) mempersulit situasi. Jika pemboman terus dilakukan, sulit untuk membayangkan bagaimana proses negosiasi akan dilanjutkan," kata Makhsous dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (9/2).
Negosiasi damai Suriah sendiri saat ini tengah dihentikan untuk sementara waktu. Penghentian ini diputuskan setelah oposisi Suriah memutuskan untuk mundur dari proses negosiasi, setelah Rusia melakukan serangan besar-besaran di Suriah, yang diantaranya menghantam basis oposisi dan pemberontah Suriah.
PBB dikabarkan akan kembali menggelar negosiasi damai itu pada akhir Februari mendatang. Namun, tampaknya hal itu akan sulit terealisasi, pasalnya Rusia sampai saat ini belum menunjukan tanda akan menghentikan serangan udara di Suriah.
Menurut pejabat komite negosiasi oposisi Suriah, Monzer Makhous, serangan yang terus dilancarkan Rusia membuat situasi yang ada saat ini semakin runyam, dan membuat situasi menjadi tidak kondusif untuk melakukan negosiasi damai.
"Ini (operasi Angkatan Udara Rusia) mempersulit situasi. Jika pemboman terus dilakukan, sulit untuk membayangkan bagaimana proses negosiasi akan dilanjutkan," kata Makhsous dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (9/2).
Negosiasi damai Suriah sendiri saat ini tengah dihentikan untuk sementara waktu. Penghentian ini diputuskan setelah oposisi Suriah memutuskan untuk mundur dari proses negosiasi, setelah Rusia melakukan serangan besar-besaran di Suriah, yang diantaranya menghantam basis oposisi dan pemberontah Suriah.
PBB dikabarkan akan kembali menggelar negosiasi damai itu pada akhir Februari mendatang. Namun, tampaknya hal itu akan sulit terealisasi, pasalnya Rusia sampai saat ini belum menunjukan tanda akan menghentikan serangan udara di Suriah.
(esn)