Al-Qaeda Culik Warga Australia di Burkina Faso
Sabtu, 06 Februari 2016 - 22:08 WIB
Al-Qaeda Culik Warga Australia di Burkina Faso
A
A
A
OUAGADOUGOU - Sayap kelompok Al-Qaeda di Afrika, Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM), mengaku bertanggung jawab atas penculikan dua warga Australia di dekat perbatasan Burkina Faso dengan Mali pada 15 Januari lalu.
Dr Ken Elliot dan istrinya, Jocelyn, diculik di saat bersamaan dengan kelompok AQIM menyerbu sebuah restoran dan hotel di ibukota Ouagadougou. Serangan tersebut menewaskan puluhan orang, termasuk warga asing.
"Motif utama penculikan mereka merupakan upaya untuk mendapatkan pembebasan tawanan dari kelompok kami yang duduk di balik jeruji dan menderita rasa sakit di penjara, serta dirampasnya hak-hak dasar mereka," bunyi pernyataan resmi AQIM dalam sebuah rekaman audio seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/2/2016).
Dalam rekaman itu, AQIM menyatakan, akan membebaskan tawanan wanita mereka setelah mendapat tekanan publik. Selain itu, pembebasan itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pemimpin Al-Qaeda untuk tidak melibatkan perempuan dalam perang.
Terkait hal ini, Australia mengatakan menyadari sepenuhnya rekaman tersebut dan pemerintah telah melakukan kontak dengan keluarga Elliot. "Keamanan dan kesejahteraan Dr dan Mrs Elliot adalah perhatian utama kami," kata Kementerian Luar Negeri Australia dalam sebuah pernyataan.
Dr Ken Elliot dan istrinya, Jocelyn, diculik di saat bersamaan dengan kelompok AQIM menyerbu sebuah restoran dan hotel di ibukota Ouagadougou. Serangan tersebut menewaskan puluhan orang, termasuk warga asing.
"Motif utama penculikan mereka merupakan upaya untuk mendapatkan pembebasan tawanan dari kelompok kami yang duduk di balik jeruji dan menderita rasa sakit di penjara, serta dirampasnya hak-hak dasar mereka," bunyi pernyataan resmi AQIM dalam sebuah rekaman audio seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (6/2/2016).
Dalam rekaman itu, AQIM menyatakan, akan membebaskan tawanan wanita mereka setelah mendapat tekanan publik. Selain itu, pembebasan itu sesuai dengan apa yang dikatakan oleh pemimpin Al-Qaeda untuk tidak melibatkan perempuan dalam perang.
Terkait hal ini, Australia mengatakan menyadari sepenuhnya rekaman tersebut dan pemerintah telah melakukan kontak dengan keluarga Elliot. "Keamanan dan kesejahteraan Dr dan Mrs Elliot adalah perhatian utama kami," kata Kementerian Luar Negeri Australia dalam sebuah pernyataan.
(ian)