Bikin Gerakan Legalisasi Perkosaan, Blogger Amerika Dihujat

Selasa, 02 Februari 2016 - 11:25 WIB
Bikin Gerakan Legalisasi...
Bikin Gerakan Legalisasi Perkosaan, Blogger Amerika Dihujat
A A A
SYDNEY - Seorang blogger asal Amerika Serikat (AS) bernama Daryush Valizadeh, dihujat para pengguna media sosial atas idenya membuat gerakan legalisasi perkosaan. Dia akan mengunjungi Australia untuk bertemu dengan beberapa pendukung gerakan yang dikenal sebagai "neomasculinity" itu.

Para pengguna media sosial menganggap gerakan legalisasi perkosaan hanya untuk memamerkan supremasi kaum pria terhadap kaum perempuan. Valizadeh selama ini dikenal sebagai blogger anti-feminis.

Valizadeh atau kerap dipanggil dengan nama Roosh, merupakan penulis dari serangkaian buku "pro-perkosaan" yang diterbitkan sendiri. Buku-buku Roosh telah muncul di Amazon.

Roosh berpendapat bahwa legalisasi pemerkosaan akan secara signifikan mengurangi laju memaksa perempuan untuk merawat tubuh mereka menjadi lebih baik. Pertemuan di Australia itu dijadwalkan pada 6 Februari 2016.

Namun, otoritas Australia, seperti dikutip news.com.au, Selasa (2/2/2016), terusik dengan gerakan legalisasi perkosaan yang dipimpin Rosh itu. Menteri Imigrasi Australia, Peter Dutton, mempertimbangkan untuk membatalkan visa Roosh.

Alih-alih menghormati Australia, Roosh justru blak-blakan akan mempermalukan Australia dengan nekat menghadiri pertemuan itu.

Tidak, tidak sama sekali. Sebaliknya, ini hanya tekad baja saya. Saya akan mempermalukan negara Anda seperti yang saya lakukan pada Kanada musim panas lalu,” katanya saat ditanya warga Australia pengguna Twitter bahwa Pemerintah Australia keberatan dengan kedatangannya.


Semalam, Valizadeh juga mengejek Australia di akun Twitter-nya. Dia mengatakan bahwa pejabat Australia tidak bisa menghentikannya untuk memasuki negara itu. F ***, saya hanya memesan penerbangan ke Australia. Melihat Anda di suatu tempat di sana pada 2/6 (6 Februari). Saya akan tinggal sementara, melihat beberapa pemandangan,” tulis dia.

Ketika diberitahu para pengguna media soial bahwa dia tidak akan bisa melewati petugas bea cukai, Valizadeh menjawab; ”Saya akan mengambil perahu pribadi ke Darwin dari Indonesia atau Timor Leste. Saya akan menemukan cara untuk masuk. Saya tidak akan berhenti.”
(mas)
Berita Terkait
Militer Indonesia, Australia,...
Militer Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat Latihan Bersama
Australia Akan Beli...
Australia Akan Beli 5 Kapal Selam Nuklir Amerika Serikat
Panglima TNI Terima...
Panglima TNI Terima Kunjungan Penjabat Menhan AS Christopher Miller
Ini Perbedaan Vaksin...
Ini Perbedaan Vaksin Booster di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Timnas Sepak Bola Putri...
Timnas Sepak Bola Putri Amerika Serikat Raih Medali Perunggu
Berita Terkini
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
14 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
23 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved