Seorang WN Kanada Dituduh Lakukan Aksi Spionase di China
Jum'at, 29 Januari 2016 - 17:17 WIB
Seorang WN Kanada Dituduh Lakukan Aksi Spionase di China
A
A
A
TORONTO - Kantor berita Xinhua melaporkan, seorang warga negara Kanada yang ditahan lebih dari setahun yang lalu telah didakwa atas tindakan mata-mata dan mencuri rahasia negara China.
Menurut laporan Xinhua, warga negara Kanada itu, Kevin Garratt didakwa oleh Jaksa kota Dandong, dekat perbatasan China dengan Korea Utara. Garrat dan istrinya, Julia, ditangkap pada bulan Agustus 2014. Julia kemudian dibebaskan dengan jaminan pada Februari 2015, seperti dikutip dari CTV News, Jumat (29/1/2016).
Laporan Xinhua menyatakan, selama penyelidikan, pihak berwenang China menemukan bukti bahwa Garratt diindikasikan menerima tugas dari agen mata-mata Kanada untuk mengumpulkan data intelijen di China. Namun, tuduhan ini dibantah oleh anak Garratt, Simeon Garratt.
Tuduhan terhadap pasangan asal Kanada ini muncul pada Agustus 2014. Tuduhan itu muncul seminggu setelah Kanada menuding hacker China meretas Kanada National Research Council, organisasi penelitian dan pengembangan milik negara itu.
Terkait hal ini, juru bicara pemerintah federal dalam sebuah pernyataan mengatakan, Kanada merasa prihatin dengan dakwaan tersebut dan akan secepatnya melakukan kontak dengan pemerintah China.
Menurut laporan Xinhua, warga negara Kanada itu, Kevin Garratt didakwa oleh Jaksa kota Dandong, dekat perbatasan China dengan Korea Utara. Garrat dan istrinya, Julia, ditangkap pada bulan Agustus 2014. Julia kemudian dibebaskan dengan jaminan pada Februari 2015, seperti dikutip dari CTV News, Jumat (29/1/2016).
Laporan Xinhua menyatakan, selama penyelidikan, pihak berwenang China menemukan bukti bahwa Garratt diindikasikan menerima tugas dari agen mata-mata Kanada untuk mengumpulkan data intelijen di China. Namun, tuduhan ini dibantah oleh anak Garratt, Simeon Garratt.
Tuduhan terhadap pasangan asal Kanada ini muncul pada Agustus 2014. Tuduhan itu muncul seminggu setelah Kanada menuding hacker China meretas Kanada National Research Council, organisasi penelitian dan pengembangan milik negara itu.
Terkait hal ini, juru bicara pemerintah federal dalam sebuah pernyataan mengatakan, Kanada merasa prihatin dengan dakwaan tersebut dan akan secepatnya melakukan kontak dengan pemerintah China.
(ian)