Soal Suriah, Rusia Klaim Lebih Transparan Ketimbang AS
Kamis, 28 Januari 2016 - 20:11 WIB
Soal Suriah, Rusia Klaim Lebih Transparan Ketimbang AS
A
A
A
MOSKOW - Utusan Rusia untuk Uni Eropa, Vladimir Chizhov mengatakan, laporan tentang Rusia yang melakukan serangan terhadap sejumlah target yang salah di Suriah berasal dari sumber yang tidak bisa diandalkan.
Chizov mengatakan, Rusia jauh lebih transparan dan ke depannya mereka akan memberikan informasi mengenai serangan udara dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).
"Laporan berbagai media tentang serangan Rusia yang salah sasaran tidak berasal dari sumber terpercaya. Kementerian Pertahanan Rusia bertindak dalam cara yang jauh lebih transparan dari koalisi pimpinan AS," kata Chizov seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (28/1/2016).
"Laporan sebelumnya menunjukkan jika kami memberikan laporan yang detail setiap harinya dan bahkan membantu mengatur tur pers ke wilayah tersebut," sambungnya.
Chizov juga mengatakan bahwa laporan tentang Rusia yang diduga melakukan pemboman terhadap warga sipil di Suriah mincul dua hari sebelum pesawat militer Rusia benar-benar dikerahkan ke daerah tersebut.
Sebelumnya, Observatorium untuk HAM Suriah mengatakan, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 1.000 warga sipil termasuk 200 anak-anak. Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond mengatakan, Rusia sengaja menyerang rumah sakit dan sekolah serta sengaja menargetkan petugas penyelamat. Ia pun menuntut Rusia untuk bertanggung jawab atas hal itu.
Chizov mengatakan, Rusia jauh lebih transparan dan ke depannya mereka akan memberikan informasi mengenai serangan udara dilakukan oleh pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS).
"Laporan berbagai media tentang serangan Rusia yang salah sasaran tidak berasal dari sumber terpercaya. Kementerian Pertahanan Rusia bertindak dalam cara yang jauh lebih transparan dari koalisi pimpinan AS," kata Chizov seperti dikutip dari laman Sputniknews, Kamis (28/1/2016).
"Laporan sebelumnya menunjukkan jika kami memberikan laporan yang detail setiap harinya dan bahkan membantu mengatur tur pers ke wilayah tersebut," sambungnya.
Chizov juga mengatakan bahwa laporan tentang Rusia yang diduga melakukan pemboman terhadap warga sipil di Suriah mincul dua hari sebelum pesawat militer Rusia benar-benar dikerahkan ke daerah tersebut.
Sebelumnya, Observatorium untuk HAM Suriah mengatakan, serangan udara Rusia di Suriah telah menewaskan 1.000 warga sipil termasuk 200 anak-anak. Sedangkan Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond mengatakan, Rusia sengaja menyerang rumah sakit dan sekolah serta sengaja menargetkan petugas penyelamat. Ia pun menuntut Rusia untuk bertanggung jawab atas hal itu.
(ian)