Chatting 30 Menit, Militan ISIS Lamar Wartawan Perempuan Ini

Selasa, 26 Januari 2016 - 10:20 WIB
Chatting 30 Menit, Militan...
Chatting 30 Menit, Militan ISIS Lamar Wartawan Perempuan Ini
A A A
LONDON - Seorang wartawan perempuan yang bekerja untuk BBC berhasil menyamar dengan nama “Zahra” dan melakukan chatting online via Skype dengan para pria militan ISIS. Hanya dalam waktu 30 menit, seorang militan ISIS begitu agresif dan langsung melamar wartawan perempuan itu.

Media Inggris itu menulis bahwa reporternya yang menyamar sebagai Zahra berusia 25 tahun yang mengenakan “jilbab penuh” atau burqa. Ketika pertama kali mengaktifikan Skype yang sudah terkoneksi dengan akun para militan ISIS, Zahra langsung dihubungi banyak militan pria.

Salah satu militan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang menyebut dirinya sebagai Mario sangat gigih merayu Zahra. Wartawan itu sudah tahu bahwa Mario, pria asal Jerman-Italia, bergabung dengan ISIS di Suriah dua tahun lalu.

Zahra yang identitas aslinya dilindungi, berpura-pura tertarik untuk bergabung dengan ISIS. Militan bernama Mario bersikeras akan memudahkan Zahra masuk ke wilayah ISIS di Suriah jika dia memiliki paspor dan melakukan penerbangan ke Turki.

Dalam chatting yang penuh typo, Mario meyakinkan Zahra untuk menikah dengannya dan memiliki anak. Padahal, chatting baru berlangsung sekitar 30 menit.

Jika you.come.i akan menunjukkan beautyfulpleacea dan matahari terbit Inshaa Allah,” tulis Mario, yang sesumbar bahwa wilayah kekhalifahan ISIS indah.

Anda mengatakan saya di mana. Saya berbicara dengan saudara-saudara saya. Saya memberikan tempat dan kemudian saya mengatakan kali ini bahwa mereka datang kepada Anda dan mereka akan membawa Anda,” lanjut Mario.


Meski wajahnya tertutup burqa, Zahra mengaku takut terlibat chatting di komputer dengan militan ISIS. ”Saya melihat ke mata teroris dan sangat gugup, saya jujur," katanya.


”Saya tahu dia jauhnya beberapa mil, itu hanya layar komputer, tapi reaksi pertama saya adalah dia seorang teroris, teroris ISIS. Sebuah organisasi yang dikenal memenggal kepala orang yang tidak bersalah, memperkosa wanita, membunuh anak-anak,” ujar Zahra, yang dilansir Selasa (26/1/2016).
(mas)
Berita Terkait
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Profil Shamima Begum,...
Profil Shamima Begum, Wanita Inggris yang Gabung ISIS di Suriah
ISIS Serbu Penjara Kurdi...
ISIS Serbu Penjara Kurdi Suriah, 25 Tewas
Terungkap, Pengantin...
Terungkap, Pengantin ISIS Shamima Begum Diselundupkan ke Suriah oleh Mata-mata Kanada
Pemberontak Gelar Serangan...
Pemberontak Gelar Serangan Kejutan Skala Besar di Suriah
Pertama Kali, Jet Tempur...
Pertama Kali, Jet Tempur Typhoon Inggris Tembak Jatuh Drone di Langit Suriah
Berita Terkini
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
48 menit yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
1 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
1 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
2 jam yang lalu
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
2 jam yang lalu
Bela Iran, Houthi Larang...
Bela Iran, Houthi Larang Seluruh Kapal Israel Lewat Laut Merah
3 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved