Laporan Penyelidikan: Eks Agen KGB Dibunuh Mata-mata Putin

Kamis, 21 Januari 2016 - 14:54 WIB
Laporan Penyelidikan:...
Laporan Penyelidikan: Eks Agen KGB Dibunuh Mata-mata Putin
A A A
LONDON - Sebuah laporan penyelidikan independen di Inggris menyatakan bahwa eks agen KGB Rusia, Alexander Litvinenko dibunuh dua agen Pemerintah Presiden Vladimir Putin dengan cara diracun. Laporan ini berpotensi memicu ketegangan diplomatik antara Inggris dan Rusia.

Laporan penyelidikan itu merekomendasikan agar dua pria mata-mata Rusia yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Litvinenko diadili. Penyelidikan itu telah menyudutkan Kremlin.

Mantan agen KGB yang membangkang itu tewas akibat terkontaminasi radioaktif polonium di sebuah hotel di London pada tahun 2006. Ketua tim penyelidikan, Sir Robert Owen, menyatakan bahwa kemungkinan besar Kremlin bertanggung jawab atas kematian Litvinenko.

Penyelidikan itu bisa membuat Perdana Menteri Inggris David Cameron didesak menjatuhkan sanksi pada individu-individu terkait di Rusia, jika Kremlin menolak mengekstradisi Andrey Lugovoy dan Dmitry Kovtun, dua mata-mata Rusia yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Litvinenko.

Pemerintah Putin sejauh ini menyangkal terlibat pembunuhan pada pembangkang KGB tersebut. Kremlin juga menolak mengekstradisi kedua mata-mata Rusia ke Inggris yang dituduh terlibat pembunuhan.

Janda Litvinenko, Marina, yang telah memimpin kampanye menuntut keadilan selama sepuluh tahun, mendesak para pelaku pembunuh suaminya dihukum. ”Jika terbukti, terutama dalam forum resmi di pengadilan, Anda pasti perlu untuk bereaksi,” katanya, Kamis (21/1/2016).

Mereka masih bertahan. Mereka dapat melakukan perjalanan. Saya pikir harus ada diskusi yang sangat serius tentang apa jenis sanksi dan terhadap siapa,” katanya lagi, seperti dikutip Daily Mail.

Keduanya, Lugovoy dan Kovtun memiliki banyak kesempatan untuk mempresentasikan kasus mereka. Ini adalah rasa malu bahwa kesempatan tidak ada untuk menanyai mereka. Mereka bisa dipertanyakan; jika mereka melakukannya. Apakah mereka melakukannya sendiri? Siapa yang mengirim mereka untuk melakukannya? Bagaimana mereka mendapatkan polonium itu? Mengapa senjata pemusnah massal itu digunakan untuk melakukan pembunuhan di Inggris?,” ujar Marina.

Pertanyaan telah diajukan mengenai Putin, di mana dia harus menjawab. Dia memberi Lugovoy suatu kehormatan, dia menjadikannya seorang anggota parlemen, dia menjadikannya bintang TV. Dia jelas menghargai kegiatan Lugovoy ini.”
(mas)
Berita Terkait
Bos mata-mata Inggris:...
Bos mata-mata Inggris: Tentara Rusia menolak melaksanakan perintah di Ukraina
Warga Inggris Rela Bergabung...
Warga Inggris Rela Bergabung dengan Ukraina untuk Perang Lawan Invasi Rusia
Rusia Blokir 25 Juta...
Rusia Blokir 25 Juta Ton Jagung, Dubes Inggris Harap Misi Perdamaian Jokowi Sukses
Miris, Pemerintah Inggris...
Miris, Pemerintah Inggris Bikin Chelsea Makin Teriris
Pasukan Inggris Akan...
Pasukan Inggris Akan Tinggalkan Ukraina
Rusia Sanksi 25 Warga...
Rusia Sanksi 25 Warga Inggris
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
7 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
8 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
9 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
10 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
11 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar 5 Presiden Terkaya...
Daftar 5 Presiden Terkaya di Dunia, Nomor 1 Vladimir Putin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved