Pramugari Cantik Jadi Senjata Baru China di Laut China Selatan
Senin, 11 Januari 2016 - 10:43 WIB
Pramugari Cantik Jadi Senjata Baru China di Laut China Selatan
A
A
A
BEIJING - China menjadikan para pramugari cantik sebagai “senjata” terbaru untuk semakin menguatkan klaimnya atas hampir seluruh kawasan Laut China Selatan. Para pramugari cantik China berpose di landasan pacu yang dibangun Beijing di wilayah sengketa.
China baru-baru ini mendaratkan dua pesawat sipil di landasan pacu di Fiery Cross Reef sebuah pulau terumbu di Laut China Selatan yang oleh Beijing diberi nama Yongshu Reef. Pendaratan pesawat sipil yang kedua kalinya itu diikuti aksi para pramugari cantik yang ramai-ramai berpose.
Menurut Shanghaiist, Senin (11/1/2016), aksi para pramugari itu menjadi “senjata” China untuk menunjukkan kedaulatannya atas wilayah yang juga diklaim beberapa negara ASEAN.
Pada 6 Januari 2016, China mendaratakan pesawat Airbus 319 milik China Southern Airlines dari Haikou dan mendarat di Fiery Cross Reef pukul 10.20 pagi itu. Sekitar 20 menit kemudian disusul sebuah pesawat Boeing 737 dari Hainan Airlines.
Kedua pesawat sipil kemudian kembali ke daratan pada sore hari. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan lapangan terbang di Laut China Selatan telah selesai.
”China telah selesai membangun sebuah lapangan terbang di Yongshu Reef, Kepulauan Nansha, China. Pemerintah China menggunakan pesawat sipil untuk melakukan penerbangan dalam rangka untuk menguji apakah fasilitas lapangan udara memenuhi standar penerbangan sipil (atau tidak),” ujarnya.
Foto para pramugari cantik China di pulau sengketa ramai diperbincangkan para netizen di media sosial. Pengguna media sosial asal Chongqing menulis; ”Uang yang kita habiskan di Yongshu Reef benar-benar bernilai!”.
Pengguna media sosial lain, dengan nama akun zhouge383, menulis; “China tumbuh kaya dan berkuasa, tetapi gadis-gadis kami bahkan lebih cantik. Go China!". ”Oke, tapi dapatkan kita pergi tur di sana?,” bunyi komentar pengguna media sosial China dengan nama akun xuyi444.
China baru-baru ini mendaratkan dua pesawat sipil di landasan pacu di Fiery Cross Reef sebuah pulau terumbu di Laut China Selatan yang oleh Beijing diberi nama Yongshu Reef. Pendaratan pesawat sipil yang kedua kalinya itu diikuti aksi para pramugari cantik yang ramai-ramai berpose.
Menurut Shanghaiist, Senin (11/1/2016), aksi para pramugari itu menjadi “senjata” China untuk menunjukkan kedaulatannya atas wilayah yang juga diklaim beberapa negara ASEAN.
Pada 6 Januari 2016, China mendaratakan pesawat Airbus 319 milik China Southern Airlines dari Haikou dan mendarat di Fiery Cross Reef pukul 10.20 pagi itu. Sekitar 20 menit kemudian disusul sebuah pesawat Boeing 737 dari Hainan Airlines.
Kedua pesawat sipil kemudian kembali ke daratan pada sore hari. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan lapangan terbang di Laut China Selatan telah selesai.
”China telah selesai membangun sebuah lapangan terbang di Yongshu Reef, Kepulauan Nansha, China. Pemerintah China menggunakan pesawat sipil untuk melakukan penerbangan dalam rangka untuk menguji apakah fasilitas lapangan udara memenuhi standar penerbangan sipil (atau tidak),” ujarnya.
Foto para pramugari cantik China di pulau sengketa ramai diperbincangkan para netizen di media sosial. Pengguna media sosial asal Chongqing menulis; ”Uang yang kita habiskan di Yongshu Reef benar-benar bernilai!”.
Pengguna media sosial lain, dengan nama akun zhouge383, menulis; “China tumbuh kaya dan berkuasa, tetapi gadis-gadis kami bahkan lebih cantik. Go China!". ”Oke, tapi dapatkan kita pergi tur di sana?,” bunyi komentar pengguna media sosial China dengan nama akun xuyi444.
(mas)