Tolak Pembicaraan Damai, Pemberontak Suriah Minta Rudal
Minggu, 10 Januari 2016 - 17:56 WIB
Tolak Pembicaraan Damai, Pemberontak Suriah Minta Rudal
A
A
A
DAMASKUS - Salah satu kelompok pemberontah Suriah, Islam Army (Jaysh al-Islam) menolak dilakukannya solusi politik di tengah-tengah bahaya kelaparan dan pemboman. Menurut mereka, cara terbaik untuk memaksa Pemerintah Suriah menyelesaikan konflik adalah dengan memberikan gerilyawan rudal anti pesawat.
"Cara terbaik untuk memaksa rezim Damaskus menerima solusi politik dan melaksanakannya adalah dengan memungkinkan negara-negara pendukung oposisi untuk memasok pemberontak dengan rudal anti pesawat," demikian pernyataan kelompok tersebut seperti dilansir dari Reuters, Minggu (10/1/2016).
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh kelompok Islam Army. Mereka juga menjamin jika rudal anti pesawat tersebut tidak akan jatuh ke tangan kelompok lain yang ditakutkan akan digunakan secara ilegal.
Menurut Islam Army, keberhasilan proses politik tergantung pada keseriusan masyarakat internasional dalam menempatkan tekanan pada rezim Damaskus untuk menghentikan pembunuhan.
Pernyataan dari Islam Army ini menggarisbawahi kekhawatiran kelompok oposisi atas upaya diplomatik PBB untuk memulai pembicaraan damai di Jenewa pada 25 Januari mendatang. Pihak oposisi menginginkan adanya itikad baik termasuk gencatan senjata, pembebasan tahanan, dan pencabutan blokade atas daerah yang dikepung sebelum dilakukan negosiasi.
"Cara terbaik untuk memaksa rezim Damaskus menerima solusi politik dan melaksanakannya adalah dengan memungkinkan negara-negara pendukung oposisi untuk memasok pemberontak dengan rudal anti pesawat," demikian pernyataan kelompok tersebut seperti dilansir dari Reuters, Minggu (10/1/2016).
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh kelompok Islam Army. Mereka juga menjamin jika rudal anti pesawat tersebut tidak akan jatuh ke tangan kelompok lain yang ditakutkan akan digunakan secara ilegal.
Menurut Islam Army, keberhasilan proses politik tergantung pada keseriusan masyarakat internasional dalam menempatkan tekanan pada rezim Damaskus untuk menghentikan pembunuhan.
Pernyataan dari Islam Army ini menggarisbawahi kekhawatiran kelompok oposisi atas upaya diplomatik PBB untuk memulai pembicaraan damai di Jenewa pada 25 Januari mendatang. Pihak oposisi menginginkan adanya itikad baik termasuk gencatan senjata, pembebasan tahanan, dan pencabutan blokade atas daerah yang dikepung sebelum dilakukan negosiasi.
(ian)