Serangan Koalisi AS Tewaskan 2.500 Anggota ISIS
Kamis, 07 Januari 2016 - 20:06 WIB
Serangan Koalisi AS Tewaskan 2.500 Anggota ISIS
A
A
A
BAGHDAD - Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) menyatakan, serangan udara mereka berhasil menewaskan sekitar 2.500 ekstrimis ISIS pada bulan lalu.
"Pada bulan Desember, kami memperkirakan sekitar 2.500 ekstrimis ISIS tewas dalam serangan udara pasukan koalisi di Irak dan Suriah," kata juru bicara pasukan koalisi yang berbasis di Baghdad, Kolonel Steve Warren, seperti dikutip dari laman Al-Arabiya, Kamis (7/1/2016).
Dalam kesempatan itu, Warren juga mengatakan, sejak pasukan koalisi melakukan serangan udara ISIS telah kehilangan 40% wilayahnya di Irak dan sekitar 10% di Suriah.
"Kami percaya jika saat ini ISIS lebih bersifat defensif. Mungkin hanya bulan Mei saja mereka titik dimana mereka benar-benar melakukan operasi ofensif. Namun sejak itu, mereka benar-benar telah kehilangan wilayah kekuasaannya," tutur Warren.
Warren juga mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan startegi penyerangan baru. Mereka akan mengincar infrastruktur minyak milik kelompok ekstrimis itu. Warren mengungkapkan, serangan pasukan koalisi berhasil mengurangi produksi minyak ISIS hingga 30% atau turun dari 45.000 barel per hari menjadi 34.000.
"Pada bulan Desember, kami memperkirakan sekitar 2.500 ekstrimis ISIS tewas dalam serangan udara pasukan koalisi di Irak dan Suriah," kata juru bicara pasukan koalisi yang berbasis di Baghdad, Kolonel Steve Warren, seperti dikutip dari laman Al-Arabiya, Kamis (7/1/2016).
Dalam kesempatan itu, Warren juga mengatakan, sejak pasukan koalisi melakukan serangan udara ISIS telah kehilangan 40% wilayahnya di Irak dan sekitar 10% di Suriah.
"Kami percaya jika saat ini ISIS lebih bersifat defensif. Mungkin hanya bulan Mei saja mereka titik dimana mereka benar-benar melakukan operasi ofensif. Namun sejak itu, mereka benar-benar telah kehilangan wilayah kekuasaannya," tutur Warren.
Warren juga mengungkapkan jika pihaknya telah melakukan startegi penyerangan baru. Mereka akan mengincar infrastruktur minyak milik kelompok ekstrimis itu. Warren mengungkapkan, serangan pasukan koalisi berhasil mengurangi produksi minyak ISIS hingga 30% atau turun dari 45.000 barel per hari menjadi 34.000.
(ian)