ISIS Incar Pelabuhan Minyak di Libya
Selasa, 05 Januari 2016 - 22:29 WIB
ISIS Incar Pelabuhan Minyak di Libya
A
A
A
TRIPOLI - Dua pelabuhan minyak terbesar di Libya, Es Sider dan Ras Lanuf menjadi sasaran serangan ISIS dalam dua hari terakhir. Terbaru, mereka menyerang pelabuhan minyak Libya, Es Sider. Mereka juga menghajar tangki penyimpanan minyak di pelabuhan tersebut dengan roket jarak jauh sehingga menyebabkan kebakaran.
Menurut juru bicara penjaga pelabuhan, Ali Hassi, milisi ISIS sempat melakukan penyerangan terhadap pelabuhan minyak Ras Lanuf pada Senin kemarin. Serangan tersebut menewaskan tujuh penjaga dan 25 orang lainnya mengalami luka-luka seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/1/2016).
Dalam penyerangan kemarin, ISIS melakukan serangan bom bunuh diri dan juga serangan bersenjata. Mereka terlibat baku tembak dengan pejuang dan pejaga pelabuhan. Akibat serangan tersebut, sebuah tangki yang berada di Ras Lanuf, 20 km dari Es Sider, yang menampung 400 ribu barel minyak meledak.
Es Sider dan Ras Lanuf adalah dua pelabuhan minyak terbesar di Libya. Keduanya telah ditutup pada bulan Desember 2014 lalu. Mereka terletak di antara kota Sirte, yang dikuasai oleh ISIS, dengan Benghazi.
ISIS mencoba mengambil keuntungan dengan memanfaatkan kekosongan keamanan untuk memperkuat cengkraman mereka di Sirte. Mereka juga telah menebar ancaman di sepanjang pantai sebelah timur Libya. Kendati begitu, mereka belum bisa menguasai instalasi minyak seperti yang mereka lakukan di Suriah.
Menurut juru bicara penjaga pelabuhan, Ali Hassi, milisi ISIS sempat melakukan penyerangan terhadap pelabuhan minyak Ras Lanuf pada Senin kemarin. Serangan tersebut menewaskan tujuh penjaga dan 25 orang lainnya mengalami luka-luka seperti dikutip dari Reuters, Selasa (5/1/2016).
Dalam penyerangan kemarin, ISIS melakukan serangan bom bunuh diri dan juga serangan bersenjata. Mereka terlibat baku tembak dengan pejuang dan pejaga pelabuhan. Akibat serangan tersebut, sebuah tangki yang berada di Ras Lanuf, 20 km dari Es Sider, yang menampung 400 ribu barel minyak meledak.
Es Sider dan Ras Lanuf adalah dua pelabuhan minyak terbesar di Libya. Keduanya telah ditutup pada bulan Desember 2014 lalu. Mereka terletak di antara kota Sirte, yang dikuasai oleh ISIS, dengan Benghazi.
ISIS mencoba mengambil keuntungan dengan memanfaatkan kekosongan keamanan untuk memperkuat cengkraman mereka di Sirte. Mereka juga telah menebar ancaman di sepanjang pantai sebelah timur Libya. Kendati begitu, mereka belum bisa menguasai instalasi minyak seperti yang mereka lakukan di Suriah.
(ian)