Tentara Turki Bantu ISIS Seberangi Daerah Perbatasan
Rabu, 30 Desember 2015 - 20:20 WIB
Tentara Turki Bantu ISIS Seberangi Daerah Perbatasan
A
A
A
NEW YORK - Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar Ja'afari mengatakan, Ankara telah ikut campur terlalu dalam terkait permasalahan di Suriah. Salah satu bentuk campur tangan Ankara adalah dengan melakukan operasi militer untuk mendukung kelompok ISIS dan kelompok teroris lainnya.
Ja'afari mengatakan, angkatan bersenjata rezim Erdogan terlibat dalam sebuah operasi militer ofensif untuk mendukung pergerakan teroris di wilayah perbatasan ke dua negara. Ja'afari menyatakan, pasukan Turki sengaja melepaskan tembakan artileri untuk menutupi pergerakan kelompok teroris melintasi wilayah perbatasan ke dua negara.
"Pasukan ini memberikan tembakan perlindungan untuk melindungi gerakan kelompok teroris di dalam wilayah Suriah atau di sekitar wilayah perbatasan Suriah-Turki dalam rangka memfasilitasi infiltrasi tentara teroris bayaran dari wilayah Turki ke wilayah Suriah," kata Ja'afari dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dikutip dari laman TASS, Rabu (30/12/2015).
"Rezim Erdogan tampaknya belum puas hanya mendukung terorisme dan berbagai kelompok teroris, khususnya ISIS," cetus Ja'afari.
Dalam suratnya, Ja'afari berharap DK PBB bisa menindaklanjuti laporan dalam suratnya tersebut.
"Saya harus berterima kasih jika surat ini bisa beredar sebagai dokumen Dewan Keamanan," katanya.
Ja'afari mengatakan, angkatan bersenjata rezim Erdogan terlibat dalam sebuah operasi militer ofensif untuk mendukung pergerakan teroris di wilayah perbatasan ke dua negara. Ja'afari menyatakan, pasukan Turki sengaja melepaskan tembakan artileri untuk menutupi pergerakan kelompok teroris melintasi wilayah perbatasan ke dua negara.
"Pasukan ini memberikan tembakan perlindungan untuk melindungi gerakan kelompok teroris di dalam wilayah Suriah atau di sekitar wilayah perbatasan Suriah-Turki dalam rangka memfasilitasi infiltrasi tentara teroris bayaran dari wilayah Turki ke wilayah Suriah," kata Ja'afari dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, seperti dikutip dari laman TASS, Rabu (30/12/2015).
"Rezim Erdogan tampaknya belum puas hanya mendukung terorisme dan berbagai kelompok teroris, khususnya ISIS," cetus Ja'afari.
Dalam suratnya, Ja'afari berharap DK PBB bisa menindaklanjuti laporan dalam suratnya tersebut.
"Saya harus berterima kasih jika surat ini bisa beredar sebagai dokumen Dewan Keamanan," katanya.
(ian)