Lagi, Rezim Suriah Dituding Gunakan Senjata Kimia
Kamis, 24 Desember 2015 - 17:27 WIB
Lagi, Rezim Suriah Dituding Gunakan Senjata Kimia
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah kembali dituding menggunakan senjata kimia kala melakukan serangan terhadap pemberontak dan kelompok militan. Serangan terbaru, menuruk kelompok aktivis setempat dilakukan pasukan Bashar al-Assad kala menyerang wilayah Muadhamiya, kemarin.
"Rezim Assad lagi-lagi menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di Muadhamiya. Pesawat tempur rezim menjatuhkan bom barel mengandung gas beracun di selatan kota," ujar salah satu kelompok aktivis yang pro terhadap oposisi Suriah.
"Lima orang tewas sejauh ini akibat serangan tersebut, sedangkan sejumlah orang lainnya menderita masalah pernapasan yang parah," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir IB Times pada Kamis (24/12).
Sementara itu, hal senada juga diutarakan oleh Koalisi Nasional Suriah, yang merupakan kelompok oposisi utama di negara itu. Menurut pihak oposisi, pasukan pemerintah telah menjatuhkan bom barel mengandung senjata kimia tak dikenal saat melakukan serangan terhadap basis pemberontak.
Oposisi meminta dunia internasional untuk bergerak dan mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh pemerinatan Suriah. "Sementara kami mengutuk keras kejahatan ini, kami menyayangkan keheningan masyarakat internasional atas tindakan keji ini," ucap piha oposisi.
"Sikap diam yang ditunjukan oleh dunia internasional menjadi lampu hijau bagi Assad untuk terus melakukan kejahatan terhadap masyarakat Suriah," sambungnya.
![]()
"Rezim Assad lagi-lagi menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil di Muadhamiya. Pesawat tempur rezim menjatuhkan bom barel mengandung gas beracun di selatan kota," ujar salah satu kelompok aktivis yang pro terhadap oposisi Suriah.
"Lima orang tewas sejauh ini akibat serangan tersebut, sedangkan sejumlah orang lainnya menderita masalah pernapasan yang parah," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir IB Times pada Kamis (24/12).
Sementara itu, hal senada juga diutarakan oleh Koalisi Nasional Suriah, yang merupakan kelompok oposisi utama di negara itu. Menurut pihak oposisi, pasukan pemerintah telah menjatuhkan bom barel mengandung senjata kimia tak dikenal saat melakukan serangan terhadap basis pemberontak.
Oposisi meminta dunia internasional untuk bergerak dan mengungkap kejahatan yang dilakukan oleh pemerinatan Suriah. "Sementara kami mengutuk keras kejahatan ini, kami menyayangkan keheningan masyarakat internasional atas tindakan keji ini," ucap piha oposisi.
"Sikap diam yang ditunjukan oleh dunia internasional menjadi lampu hijau bagi Assad untuk terus melakukan kejahatan terhadap masyarakat Suriah," sambungnya.