Rwanda Tolak Bergabung dengan Pasukan Perdamaian UA

Rabu, 23 Desember 2015 - 22:32 WIB
Rwanda Tolak Bergabung...
Rwanda Tolak Bergabung dengan Pasukan Perdamaian UA
A A A
KIGALI - Presiden Rwanda, Paul Kagame menyatakan, negaranya tidak akan bergabung dengan pasukan perdamaian Uni Afrika (UA) yang akan diterjunkan di Burundi. Hal ini dilakukan sebagai protes atas tudingan negaranya mempersenjatai kelompok pemberontak Burundi.

"Kami akan membuat segala sesuatunya menjadi jelas bahwa kami tidak akan menjadi bagian dari kontingen pasukan penjaga perdamaian yang akan dikirimkan ke Burundi," kata Kagame seperti dikutip dari Daily Nation, Rabu (23/12/2015).

Meski mengatakan tidak akan ikut ambil bagian dalam pasukan perdamaian bagi Rwanda, Kagame menyatakan akan tetap berkontribusi untuk mengembalikan situasi di negara tetangganya itu.

"Menurut saya, yang paling penting adalah menjawab bagaimana Burundi dibantu menemukan solusi politik. Ini bukan masalah militer, meskipun kita melihat banyak hal terjadi di sana yang mungkin memerlukan penggunaan beberapa tingkat intervensi untuk membungkan senjata," katanya.

Kerusuhan meletus di Burundi sejak bulan April lalu ketika Presiden Pierre Nkurunziza mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden untuk masa jabatan ketiga kalinya.

Kerusuhan ini pun berubah menjadi bentrokan bersenjata. Burundi lantas menuding Rwanda mendukung pemberontak bersenjata dan lawan politik Nkurunziza.
(ian)
Berita Terkait
Kerangka Tersangka Pelaku...
Kerangka Tersangka Pelaku Kejahatan Perang Rwanda Ditemukan di Kongo
Tersangka Genosida Rwanda...
Tersangka Genosida Rwanda Ingin Diadili di Prancis
Preview Indonesia vs...
Preview Indonesia vs Burundi: Penghiburan di Tengah Ancaman Sanksi FIFA
Susunan Pemain Timnas...
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Burundi: Elkan Baggot dan Jordi Amat Jadi Starter
Dalang Genosida Rwanda...
Dalang Genosida Rwanda Theoneste Bagosora Meninggal di Penjara Mali
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Burundi di FIFA Matchday, Sabtu (25/3/2023)
Berita Terkini
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
11 menit yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
1 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
2 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
3 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
4 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
5 jam yang lalu
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved