'Terkubur' Longsor Hebat Selama 60 Jam, Pria China Masih Hidup
Rabu, 23 Desember 2015 - 17:27 WIB
'Terkubur' Longsor Hebat Selama 60 Jam, Pria China Masih Hidup
A
A
A
SHENZHEN - Seorang pria di Cgina telah diselamatkan selamat setelah “terkubur” hidup-hidup selama lebih dari 60 jam akibat longsor hebat yang melanda Kota Shenzhen selatan pada tanggal 20 Desember 2015.
Cuplikan gambar dari stasiun CCTV News, menunjukkan pria bernama Tian Zeming, 19, berhasil dievakuasi dengan tandu oleh tim penyelamat. Pria itu kemudian dibawa dengan mobil ambulans ke rumah sakit terdekat.
Tian ditemukan pada tanggal 22 Desember 2015 dalam kondisi stabil, tetapi kakinya hancur. ”Dia mengatakan kepada para tentara yang menyelamatkan dia, ada korban lain di dekatnya,” tulis kantor berita Xinhua, mengutip pernyataan Tian. Namun, para korban di dekat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda jika mereka masih hidup.
Pemerintah setempat telah mengatakan lebih dari 70 orang hilang dalam bencana longsor di kawasan industri China itu. Namun, data itu terus direvisi karena ada orang-orang yang sebelumnya diduga ikut terkubur ternyata tidak.
Bencana longsor hebat itu juga mematikan ekonomi masyarakat kota. Wang Yiwen, 49, yang menjalankan sebuah pabrik, mengatakan bahwa dia kehilangan 10.000 yuan sehari.
”Kami tidak bisa keluar sekarang. Kita tidak dapat mentransfer barang masuk dan keluar (dari daerah ini),” keluh Wang. "Tidak ada jaminan untuk hidup kita. Banyak pekerja harus makan. Tidak ada listrik,” lanjut dia, seperti dikutip Reuters.
Cuplikan gambar dari stasiun CCTV News, menunjukkan pria bernama Tian Zeming, 19, berhasil dievakuasi dengan tandu oleh tim penyelamat. Pria itu kemudian dibawa dengan mobil ambulans ke rumah sakit terdekat.
Tian ditemukan pada tanggal 22 Desember 2015 dalam kondisi stabil, tetapi kakinya hancur. ”Dia mengatakan kepada para tentara yang menyelamatkan dia, ada korban lain di dekatnya,” tulis kantor berita Xinhua, mengutip pernyataan Tian. Namun, para korban di dekat pria itu tidak menunjukkan tanda-tanda jika mereka masih hidup.
Pemerintah setempat telah mengatakan lebih dari 70 orang hilang dalam bencana longsor di kawasan industri China itu. Namun, data itu terus direvisi karena ada orang-orang yang sebelumnya diduga ikut terkubur ternyata tidak.
Bencana longsor hebat itu juga mematikan ekonomi masyarakat kota. Wang Yiwen, 49, yang menjalankan sebuah pabrik, mengatakan bahwa dia kehilangan 10.000 yuan sehari.
”Kami tidak bisa keluar sekarang. Kita tidak dapat mentransfer barang masuk dan keluar (dari daerah ini),” keluh Wang. "Tidak ada jaminan untuk hidup kita. Banyak pekerja harus makan. Tidak ada listrik,” lanjut dia, seperti dikutip Reuters.
(mas)