Putin Tegaskan Masa Depan Assad di Tangan Rakyat Suriah
Kamis, 17 Desember 2015 - 19:23 WIB
Putin Tegaskan Masa Depan Assad di Tangan Rakyat Suriah
A
A
A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin menyatakan, Rusia tidak akan pernah setuju pihak luar turut campur dalam menentukan pemimpin bagi Suriah. Pernyataan ini semakin menegaskan dukungan Moskow terhadap Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
"Kami tidak akan pernah setuju pihak luar memaksakan seorang pemimpin kepada siapa saja. Hal ini bertentangan dengan akal sehat dan hukum internasional," kata Putin dalam konferensi pers tahunannya,, seperti dikutip dari laman TASS, Kamis (17/12/2015).
Putin lantas mengungkapkan jika dirinya telah membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, dalam sebuah pertemuan yang baru-baru ini dilakukan.
"Posisi kami tidak berubah, itu prinsipnya. Kami berpikir bahwa hanya orang Suriah saja yang dapat memutuskan siapa yang akan memimpin mereka sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku," katanya.
Rusia selama ini memang dikenal sebagai sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurut Rusia, Bashar al-Assad adalah kunci untuk menghentikan konflik bersenjata yang telah hampir lima tahun di negera itu.
Pandangan ini bertolak belakang dengan sejumlah negara yang menilai Assad adalah sumber masalah bagi Suriah sehingga harus dilengserkan.
"Kami tidak akan pernah setuju pihak luar memaksakan seorang pemimpin kepada siapa saja. Hal ini bertentangan dengan akal sehat dan hukum internasional," kata Putin dalam konferensi pers tahunannya,, seperti dikutip dari laman TASS, Kamis (17/12/2015).
Putin lantas mengungkapkan jika dirinya telah membahas masalah ini dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, dalam sebuah pertemuan yang baru-baru ini dilakukan.
"Posisi kami tidak berubah, itu prinsipnya. Kami berpikir bahwa hanya orang Suriah saja yang dapat memutuskan siapa yang akan memimpin mereka sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku," katanya.
Rusia selama ini memang dikenal sebagai sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad. Menurut Rusia, Bashar al-Assad adalah kunci untuk menghentikan konflik bersenjata yang telah hampir lima tahun di negera itu.
Pandangan ini bertolak belakang dengan sejumlah negara yang menilai Assad adalah sumber masalah bagi Suriah sehingga harus dilengserkan.
(ian)