Dibui karena Nyetir Mobil, Wanita Saudi Ini Jadi Calon Pejabat

Kamis, 10 Desember 2015 - 09:38 WIB
Dibui karena Nyetir...
Dibui karena Nyetir Mobil, Wanita Saudi Ini Jadi Calon Pejabat
A A A
RIYADH - Loujain al-Hathloul, wanita Arab Saudi menjadi tokoh tenar setelah dipenjara atau dibui selama 10 minggu karena mengemudikan mobil. Hebatnya, wanita itu kini jadi calon pejabat parlemen setelah ikut Pemilu lokal di negara itu.


Loujain al-Hathloul adalah salah satu wanita Saudi yang berani menentang aturan kerajaan yang melarang setiap wanita menyetir mobil. Larangan itu sempat membuat Saudi jadi sorotan dunia.


Loujain yang awal tahun ini dibebaskan setelah 73 hari mendekam di penjara sempat ambil bagian dalam kampanye Pemilu. Dia bersiap menduduki kursi dewan sebuah kota di Saudi. Dia ambil bagian dalam Pemilu bersejarah di Saudi, di mana untuk pertama kalinya perempuan dibolehkan mencalonkan diri menjadi anggota parlemen. Lebih dari 900 perempuan bersaing di antara total 7 ribu calon aggota parlemen.

Kiprah Loujain yang berani mendapat dukungan sejumlah pihak, termasuk para aktivis HAM. Dia memberikan kesempatan wawancara kepada siapa saja yang mau mendengarkan. Dia akan menggunakan koneksi dalam sistem pemerintahan untuk mengkaji ulang larangan mengemudi mobil bagi perempuan di Saudi.

Pada dasarnya, saya kesal pada mereka," katanya. Saya kira (aksi saya) itu bekerja. Ini berita yang luar biasa,” katanya lagi.

Selama sepekan ini, semua pejabat Saudi membuat kesan yang baik dengan media dunia yang tengah menyoroti Pemilu bersejarah di negara itu. ”Setelah saya dilarang, saya ingin memastikan saya tidak diabaikan,” ujar Loujain, seperti dikutip dari Washington Post, Kamis (10/12/2015) . ”Ini berarti, tentu saja, membuat beberapa kebisingan.


Pada akhir 2014, wanita itu mengemudikan mobil di Uni Emirat Arab (UEA) dan melaju menuju Arab Saudi dengan menggunakan SIM UEA. Dia bahkan merekam aksi menyetirnya itu dengan kamerea video. Rekaman itu kemudian dia unggah ke internet.


Dia kemudian ditangkap oleh petugas perbatasan Saudi dan akhirnya menghabiskan 73 hari di penjara. Meski dihukum penjara, aksi berani untuk menentang aturan Kerajaan Arab Saudi yang dianggap aneh itu membuatnya jadi terkenal.
(mas)
Berita Terkait
Begini Suasana Perayaan...
Begini Suasana Perayaan Hari Valentine di Arab Saudi
Arab Saudi Segera Buka...
Arab Saudi Segera Buka Toko Alkohol Pertama
Pangeran Badr bin Abdul...
Pangeran Badr bin Abdul Mohsin yang Memajukan Tradisi dan Budaya Saudi Meninggal pada Usia 75 Tahun
Anak Muda Saudi Ini...
Anak Muda Saudi Ini Ubah Gurun Pasir Jadi Ladang Pertanian yang Menarik Wisatawan Asing
3 Alasan PM Netanyahu...
3 Alasan PM Netanyahu Meminta Raja Salman Mendirikan Negara Palestina di Arab Saudi
Arab Saudi Bertambah...
Arab Saudi Bertambah Kaya Raya, Ternyata Ini 3 Penyebabnya
Berita Terkini
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
32 menit yang lalu
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
1 jam yang lalu
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
2 jam yang lalu
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
3 jam yang lalu
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
4 jam yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
5 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved